riau24 Berjuang Berakhir di Ujung Aspal | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Berjuang Berakhir di Ujung Aspal

0
Ibnu Ramadhan (16) tewas Akibat kecelakaan, Ibnu mengalami luka berat dibagian wajah dan patah tulang sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Berita Riau -  Berjuang Berakhir di Ujung Aspal

Inhu, Riau24.com - Kisah tragis seorang anak, Ibnu Ramadhan (16), penderita penyakit jantung divonis oleh dokter usianya hanya sampai 17 tahun. Namun, ajal menjemputnya bukan karena penyakit yang dideritanya. Dia meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas disaat akan merayakan ulang tahunnya yang ke 17.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa anak sulung Sulilawati (36) warga jalan Purnawirawan Kelurahan Pematang Reba, ini terjadi di jalan Raya Pematang Reba - Rengat, Rabu (9/12/2015) sekira pukul 22.45 Wib. 

Pada malam itu, Ibnu sedang mengendarai sepeda motor Kanzen BM 3738 BQ bertabrakan dengan sepeda motor Suzuki Smash BM 4083 BN yang kendarai oleh Suwandi (20) warga jalan Seminai Kelurahan Pematang Reba. Akibat kecelakaan itu, Ibnu mengalami luka berat dibagian wajah dan patah tulang sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Ibnu baru saja keluar rumah, tak sampai sepuluh menit tiba - tiba saya mendapat kabar anak saya kecelakaan, sampai di lokasi saya melihat Ibnu sudah terlungkup. Warga banyak yang tak tau penyebab kecelakaan itu," ujar Susilawati usai menerima santunan kecelakaan lalu lintas di kantor Pelayanan Jasa Raharja Rengat, Kamis (10/12/2015).

Susilawati bercerita, bahwa Ibnu selama ini menderita penyakit jantung bocor, usianya diperkirakan dokter hanya sampai 17 tahun. Selama hidupnya, Ibnu adalah anak yang baik dan suka membantu ibunya. 

Beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi, Ibnu berkata kepada Susilawati akan merayakan ulang tahun yang terakhir (ke 17) bersama ayah dan tiga orang adiknya pada tanggal 28 Desember 2015, Ibnu berencana akan membawa tiga orang adiknya bermain di Danau Raja Rengat.

"Saya tak sanggup menahan airmata waktu Ibnu bilang mau merayakan ulang tahunnya yang terakhir, dia sudah pasrah.," ujar Susilawati.Dikatakan Susulawati, seharusnya Ibnu menjalani operasi jantung di Jakarta pada bulan Oktober 2015, lalu, tetapi Ibnu menolak karena merasa umurnya sudah tidak lama lagi.

Selama Ibnu mengetahui usianya hanya sampai 17 tahun, dia berhenti sekolah dan memilih bekerja untuk membantu orangtuanya. Padahal, Susilawati rela menjadi penjaga sekolah sambil berjualan agar mendapatkan uang untuk biaya operasi jantung Ibnu.

"Ibnu tak mau dioperasi, saya bilang uangnya sudah ada, tapi Ibnu tetap menolak dan selalu bilang kalau dia kasihan melihat saya," sebutnya. Menurut Susilawati, semasa hidupnya, Ibnu selalu memberikan uang hasil kerjanya kepada Susilawati untuk biaya sekolah dan uang jajan adik - adiknya. 

"Dia berhenti sekolah sejak dua tahun lalu karena mengetahui usinya hanya sampai 17 tahun. Kami sekeluarga sering menyemangatinya agar tetap sekolah, tapi Ibnu memilih bekerja, dia bilang mau bantu saya untuk mencari biaya sekolah adik - adiknya, Ibnu anak yang baik, dia anak yang berbakti," kenang Susilawati seraya menghapus airmatanya.

Pada kesempatan itu, Susilawati juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Pelayanan jasa Raharja Rengat Khairil MSi, karena pada malam kejadian ikut mengantarkan anaknya ke RSUD Indrasari dan memberikan santunan kecelakaan kepada keluarganya. 

"Sebenarnya saya tak sanggup menerima santunan ini, saya lebih berharap anak saya tetap hidup, pak," sebutnya.

Jenazah Ibnu Ramadhan dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Pematang Reba pada Kamis (10/12/2015) siang. Sedangkan lawannya dalam kecelakaan, Suwandi mengalami luka berat dirawat di RSUD Indrasari Rengat.

R24/awa/ton

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru