riau24 Pleno PPK Bonai Darussalam Diindikasi Tidak Transparan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pleno PPK Bonai Darussalam Diindikasi Tidak Transparan

0
Tim Hafith-Nasrul ‎Saat Konferensi Pers
Berita Riau -  Pleno PPK Bonai Darussalam Diindikasi Tidak Transparan

Rohul, Riau24.com - Hasil rekapitulasi yang dilakukan Tim Pemenangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi, Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) dari nomor urut 1, Hafith Syukri dan Nasrul Hadi, masih unggul sementara dalam perolehan suara dari Paslon nomor urut 2 (dua), Suparman-Sukiman (Susuki), dengan selisih suara sekitar 799 suara.

Hal ini berdasarkan hasil Pleno dari 15 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sedangkan hasil Pleno PPK Bonai Darussalam masih dianulir oleh tim karena diindikasi tidak transparan.

Saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, Arfizal Anwar mengatakan pihaknya melakukan walk out (WO) dan mengajukan nota keberatan dengan mengisi formulir Model DA2, saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara dilaksanakan PPK dimulai Jumat (11/12/2015) siang hingga Sabtu (12/12/2015) dini hari.

"Cuma hasil rekap C1 dari tiga desa yang kita terima, empat desa ditolak," ujar Afrizal Anwar kepada wartawan saat Konperensi Pers di kantor Tim Pemenangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi di Jalan Tuanku Tambusai Pasir Putih, Pasirpengaraian.

Afrizal mengungkapkan adapun hasil rekapitulasi C1 yang ditolak saksi Paslon Hafith-Nasrul, seperti dua TPS di Desa Teluk Sono (TPS 1 dan TPS 2), TPS 1 Desa Pauh, TPS 2 Desa Rawa Makmur, TPS 5 Kasang Padang, dan 3 TPS di Desa Sontang (TPS 1, TPS 2, dan TPS 3).

Sedangkan hasil rekap di dua desa diterima oleh saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, meski suara jagonya kalah, seperti hasil dari Desa Kasang Mungkal dan Desa Bonai.
"Orientasi kita bukan masalah jumlah suara kita, tapi prosesnya yang harus fear. Kita mau prosesnya (Pilkada) transparan," katanya.

Afrizal mengaku kecewa, karena Ketua PPK Bonai Darussalam, Desmi Herlisan, sempat emosi dan lepas kontrol saat saksi interupsi. Kekesalan itu ia sampaikan pakai mikropon.
"Kita tidak mengakui hasil Pleno PPK Bonai, sebab kami menemukan indikasi-indikasi di luar kewajaran," kesalnya.

"Kita minta buka kotak karena adanya perbedaan juga ditolak. Kita menolak hasil Pleno (PPK Bonai)," tegas Pican dan mengakui selain saksi dari Paslon Hafith-Nasrul merasa terancam, apapun yang menjadi sanggahan mereka diabaikan oleh PPK Bonai Darussalam.

"Soal siapa menang atau kalah tidak apa-apa, tapi harus fear. Kami berkeyakinan, PPK Bonai sengaja menutupi-nutupi apa yang ada," terangnya.

Afrizal mengungkapkan beberapa kejanggalan saat Rapat Pleno PPK Bonai Darussalam, seperti di TPS 1 Desa Sontang, ada 44 suara DPTb-2, pihak PPK tak bersedia menunjukan, setelah saksi nomor urut 1 mengindikasi ada pemilih DPTb-2 yang tidak pakai NIK.

"Kejanggalan lain lagi, di TPS 2 Desa Sontang, di DPTb-2 ada 46 pemilih, ketika kami meminta buka kotak tapi tak dikasih," kata Pican dan mengatakan Panwas Kecamaatan Bonai Darussalam hanya diam saja.

Kemudian, di TPS 3 Desa Sontang ada 51 suara DPTb-2. Namun, saat saksi Hafith-Nasrul minta difoto sebagai bahan tak dikasih oleh PPK.

"Makanya saya ajukan nota keberatan dengan mengajukan DA2. Satu TPS bisa sampai sekira 40 DPTb-2 nya," ungkapnya lagi.

Afrizal menambahkan, di TPS 2 Desa Rawa Makmur, bahkan ada formulir Model C1 tidak ada dalam kotak suara. Di TPS 1 Desa Pauh, Model C1 juga tidak ada tanda tangan dari KPPS. "Alasan mereka (KPPS) lupa," sebutnya.

"Soal indikasinya saya tidak bisa berandai-andai. Tapi soal intimidasi kepada saya luar biasa. Sampai operator komputer yang tidak punya wewenang menanggapi keberatan saksi," pungkas Pican dan mengakui ada yang sampai menggebrak meja.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rohul Jenewar, mengindikasi ada perbuatan yang sistematis untuk menutupi permasalahan pada proses Pilkada secara keseluruhan saat Pleno PPK Bonai Darussalam. Pasalnya, PPK tak bersedia saat saksi mengajukan koreksi.

"Kita sedang membuat laporan ini ke Panwas Rohul soal proses Pleno PPK Bonai dan seluruh PPS, dan merekomendasikan agar pemilihan ulang di Bonai," tegasnya.

"Pleno itu jadi tak beres karena ada dugaan kecurangan, kita diintimidasi disana. Bahkan sampai hari ini kami belum tahu berapa hasilnya, sebab C1 nya belum kami terima," tambah Jenewar dan mengindikasi hasil perhitungan suara di 40 TPS di 7 desa di Bonai Darussalam tidak transparan.

Dari hasil rekapitulasi dilakukan Tim Pemenangan pasangan Hafith-Nasrul, nomor urut 1 memperoleh 86.137 suara, nomor urut 2 memperoleh 85.338 suara, dan nomor urut 3 memperoleh 29.443 suara.

Berikut hasil rekapitulasi dilakukan Tim Hafith-Nasrul, berdasarkan hasil Pleno di 15 PPK, terkecuali hasil Pleno PPK Bonai Darussalam:

1. Rambah, nomor urut 1 meraih 10.011 suara, nomor urut 2 meraih 9.609 suara, dan nomor urut 3 meraih 2473 suara.

2. Rambah Samo, nomor 1 meraih 7.695 suara, nomor 2 meraih 5.192 suara, dan nomor 3 meraih 2.375 suara.

3. Bangun Purba, nomor 1 meraih 3.713 suara, nomor 2 meraih 4.351 suara, dan nomor 3 meraih 1.014 suara.

4. Rambah Hilir, nomor 1 meraih 8.377 suara, nomor 2 meraih 6.151 suara, dan nomor 3 meraih 3.758 suara.

5. Tambusai Utara, 1. 10.853 suara, 2. 9.851 suara, 3. 5.128 suara.

6. Kepenuhan Hulu, 1. 1.348 suara, 2. 3.031 suara, 3. 2.217 suara.

7. Kepenuhan, 1. 3.705 suara, 2. 4.305 suara, 3. 1.806 suara.

8. Pagarantapah Darussalam, 1. 1.802 suara, 2. 2.248 suara, 3. 456 suara.

9. Ujungbatu, 1. 9.968 suara, 2. 5.798 suara, 3. 1.539 suara.

10. Tandun, 1. 5.159 suara, 2. 6.095 suara, 3. 830 suara.

11. Kabun, 1. 4.030 suara, 2. 4.348 suara, 3. 668 suara.

12. Rokan IV Koto, 1. 5.405 suara, 2. 4.052 suara, 3. 1.431 suara.

13. Pendalian IV Koto, 1. 2.039 suara, 2. 2.855 suara, 3. 516 suara.

14. Tambusai, 1. 7.079 suara, 2. 8.179 suara, 3. 4.125 suara.

15. Kunto Darussalam, 1. 4.917 suara, 2. 9.273 suara, 3. 1.097 suara.‎

Untuk diketahui, meski kubu Hafith-Nasrul dan kubu Suparman-Sukiman saling klaim menang, namun hasil kepastian perolehan suara baru bisa dipastikan saat pleno dilakukan KPU Rohul antara 16 Desember hingga 18 Desember 2015.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru