riau24 Kabur dari Penjara, Berujung Maut! | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kabur dari Penjara, Berujung Maut!

1
Kepala BNN Budi Waseso (kiri) melihat seekor buaya saat bersama jajarannya berkunjung ke penangkaran Taman Buaya Asam Kumbang Medan, Sumatera Utara, 11 November 2015. ANTARA FOTO
Berita Riau -  Kabur dari Penjara, Berujung Maut!
Jakarta, Riau24.com - Kepala Badan Nasional Narkotika Budi Waseso membeberkan asal mula ide pembuatan penjara buaya untuk terpidana narkoba. Menurut dia, ide tersebut datang ketika dia diprotes Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly karena penuhnya lembaga pemasyarakatan oleh para terpidana narkoba.

“Tiga minggu saya menjabat Kepala BNN, saya menyumbang 1.523 tersangka seluruh Indonesia. Saya diprotes Menkumham yang lapor ke Presiden bahwa kalau Kepala BNN aktif begini akan ada masalah baru,” kata Budi Waseso saat ditemui Tempo di ruang kerjanya, Kamis, 10 Desember 2015.

Menurut Budi, dalam rapat itu dia menyampaikan ide untuk menempatkan bandar narkoba kelas kakap di suatu tempat yang tidak dijaga manusia. Dia mencontohkan suatu pulau, bisa dibuat sungai yang diisi ratusan buaya ganas. “Pak Presiden dan Menteri Yasonna bilang ada-ada saja. Saya pun jelaskan konsepnya,” katanya.

Budi mengaku ide penjara buaya tersebut berawal dari kekhawatirannya melihat semakin banyaknya pengguna narkoba di Indonesia. “Saat Presiden pada Juni menyatakan Indonesia darurat narkoba, itu masih 4,2 juta orang. Hingga November, sudah bertambah 1 juta lebih,” katanya. Selain itu, penjara juga dianggap tidak aman karena para bandar tetap bisa mengendalikan jaringan narkobanya.

Menurut Budi, jika suatu penjara yang diisi pengguna atau bandar narkoba kelas kakap masih dijaga petugas LP, maka potensi kebocoran akan tetap terjadi. “Seperti tahanan BNN kabur karena ada oknum yang kerja sama. Kalau dengan buaya gimana caranya mereka kerja sama? Tidak bisa,” katanya.

Ide penjara buaya juga berasal dari kegemarannya melakukan kegiatan berburu. Budi yang juga menjadi Ketua Bidang Berburu Seluruh Indonesia Perbakin ini, menganggap buaya merupakan binatang yang sulit dijinakkan. “Buaya punya kekuatan luar biasa, gigitannya bisa mencapai dua ton. Dan buaya itu reaktif, begitu dengar suara dan lihat goyangan akan langsung diserang,” katanya.

Tak hanya buaya, Budi juga mengusulkan agar dibuat lagi sungai buatan yang diisi ikan piranha. Menurut Budi, mendengar usul itu Presiden Jokowi sempat heran. Menurut Budi, ikan piranha sangat cocok karena sangat agresif. “Masuk tangan sedikit sudah dihajar sama mereka. Ring berikutnya bisa dikasih harimau,” kata Budi.

Budi mengaku Presiden Jokowi cukup antusias dengan ide tersebut. Hingga saat ini, dia diminta Jokowi untuk merealisasikan ide penjara buaya. Tim BNN pun bekerja sama dengan Kemenkum HAM untuk mencari pulau-pulau kecil yang pas untuk dijadikan tempat penjara buaya. “Kalau ketemu dipotret lalu kami bahas bersama,” katanya.

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 29 Oktober 2017 12:21 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3A8oyea.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru