riau24 PT BP Belum Penuhi Hak Mantan Karyawannya | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

PT BP Belum Penuhi Hak Mantan Karyawannya

0
Fhoto Ilustrasi
Berita Riau -  PT BP Belum Penuhi Hak Mantan Karyawannya
Pekanbaru, Riau24.com- Kontrak kerja PT Budimas Pundinusa (BP) dengan PT Chevron telah berakhir tahun 2009 lalu. Kewajiban pihak perusahaan membayar pesangon kepada 314 orang mantan karyawan Rp 10 miliar belum dipenuhi. Dari 314 orang tersebut, sebanyak 13 orang  mantan karyawan perusahaan meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau menyelesaikan persoalan tersebut.

Dari 13 orang tersebut,  tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Riau. Mereka, mengancam  menarik semua mobil operasional perusahaan itu, untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Sementara, pihak Disnaker Riau kewalahan mengahadapi mantan karyawan itu. Karena, pihak disnaker Riau sudah berulang kali menghubungi pihak perusahaan. Tapi pihak perusahaam selalu meminta waktu akan memenuhi kewajibannya.

Mantan karyawaan tersebut, berjanji akan menggelar aksi jika semua haknya belum di penuhi. Jika tidak ada juga tanggapan, akan ditempuh melalui jalur hukum. Menurut, mereka jalur hukum ini jalan terbaik untuk meminta hak kami.

" Kita sudah cukup bersabar menunggu janji perusahaan. Namun, tidak ada etika baik perusahaan memenuhi kewajibannya. Kami tetap berjuang menuntut hak kami yang belum dibayar perusahaan, " kata Ketu PK SBSI Riau Boby, kepada Riau24.com di Disnaker Riau.

Boby mengatakan, pihak perusahaan telah ingkar janji. Sesuai perjanjian tertulis tanggal 2 Desember 2015, pihak perusahaan berjanji membayar uang pesangon tersebut. Ternyata, pihak perusahaan ingkar janji. " Kami meminta pihak perusahaan memenuhi sesuai perjanjian untuk membayar uang pesangon kepada kami yang  berjuang sebanyak 13 orang  lebih kurang Rp 300 juta," tandas Boby.

Boby mengungkapkan, sudah hampir enam tahun perusahaan di ambil alih oleh Budi Direktur perushaan tersebut. Sebelumnya, perusahaan itu, dikelola oleh Ratna istrinya dari Budi.  Perusahaan diambil oleh Budi, ketika ada permasalahan internal. " Ketika kami meminta hak kami ada-ada aja alasan pihak perusahaan," terang Boby.

Boby menuturkan, beribu alasan dibuat oleh perusahaan. Alasan pihak perusahan, menunggu keputusan pusat dan Bank ada masalah saat mau transper. " Kami meminta pihak perusahaan memenbuhi hak kami. Kami berkerja sesuai hasil keringat kami. Bayar hasil keringat kami," cetus Boby.

R24/har


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru