riau24 Warga Papua Jadi Korban Kekerasan karena Stigma | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Warga Papua Jadi Korban Kekerasan karena Stigma

1
Puluhan pengunjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua diamankan petugas kepolisian usai terlibat kericuhan ketika aksi di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Selasa, 1 Desember 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berita Riau -  Warga Papua Jadi Korban Kekerasan karena Stigma
Jakarta, Riau24.com - Aktivis lembaga swadaya masyarakat Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) Latifah Anum Siregar mengatakan stigma pada diri orang Papua menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Ada stigma bahwa apapun yang dilakukan orang Papua, kalau ada pertemuan, merupakan aktivitas politik dan bentuk perlawanan. Padahal mungkin sekelompok orang itu mau ibadah. Namun, karena dicurigai, sampai dicek siapa pendetanya," kata Latifah saat ditemui di kawasan Jakarta, Senin (14/12/2015).

Latifah mengatakan saat ini situasi di Papua dalam hal pemenuhan hak asasi manusia (HAM) tidak juga membaik. Ia mengatakan kasus pelanggaran HAM berupa kekerasan oleh aparat penegak hukum masih marak terjadi.

"Berdasarkan jumlah kasus, di tahun 2015 memang lebih sedikit. Namun, berdasarkan kualitas kasus kekerasan, tidak juga membaik," katanya.


Kekerasan yang dilakukan oleh polisi dan TNI, kata Latifah, juga kerap berupa teror. Misalnya, ada warga salah tangkap yang dipotong rambutnya lalu disuruh memakannya. Ada pula yang disiram dengan air panas.

"Kekerasan terjadi mulai dari penangkapan sampai kemudian dilepaskan. Sering kali mereka dipaksa mengakui perbuatan yang dituduhkan," katanya.

Adapun, Latifah merupakan aktivis di bidang advokasi yang vokal memperjuangkan keadilan di Papua. Ia meraih penghargaan The Gwangju Human Rigths Award 2015 asal Korea Selatan. Penghargaan diberikan pada 18 Mei lalu.


Penghargaan ini juga pernah diberikan kepada m pejuang HAM dan presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmau pada 2000 dan pejuang demokrasi dan kebebasan berbicara dan pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada 2004. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 29 Oktober 2017 12:20 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3A8oyea.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru