riau24 Bagus Santoso: Temuan NIP PNS Ganda, BKP2D Harus Audit Ulang  | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Bagus Santoso: Temuan NIP PNS Ganda, BKP2D Harus Audit Ulang 

0
Berita Riau -  Bagus Santoso: Temuan NIP PNS Ganda, BKP2D Harus Audit Ulang 
 
Pekanbaru, Riau24.com - Terkait adanya hal temuan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang ganda PNS di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Ini disoroti anggota DPRD Riau dengan meminta masalah ini ditindaklanjuti secara serius.
 
Demikian ditegaskannya anggota DPRD Riau, Bagus Santoso pada wartawan ketika dikonfirmasi. Dia meminta kepada instansi terkait Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Riau segera mengaudit ulang dan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap data NIP tersebut.
 
"Ini juga kelemahan dari BKP2D dikhawatir bisa memberi peluang membocorkan keuangan negara lebih besar atas konsekwensi dari kasus temuan NIP ganda ini. Dan bisa saja temuan itu bukan hanya terjadi di tingkatan Provinsi, tetapi dimungkinkan juga di kabupaten/kota," kata Bagus.
 
Politisi PAN ini pun mengatakan,
gaji yang berlipat-lipat belum lagi berbagai tunjangan digandakan. Ini jelas tindakan kriminal. Maka, BKP2D Riau itu sebaiknya dapat beri penjelasanya atau paparkan secara jelas pada publik tentang mengapa hal ini bisa terjadi.
 
"Sebab diketahui, sistem dengan registrasi pendataan PNS melalui program akan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Elektronik (e-PUPNS) ini yang diberlakukan sekarang. Artinya sudah berapa lama keuangan negara yang telah tersedot olehnya," katanya.
 
Kesempatan itu mantan kuli tinta ini menyebutkan, dana 'ditilap' itu harus dikembalikan. BKP2D Riau harus saling bersinergi bersama dengan BKN. Sebab, dengan hal ini tentunya akan terjaga up-date dari data kepagawaian di daerah. Sehingga tidak 'bocor' dana.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru