riau24 Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Merangkak Naik | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Merangkak Naik

0
Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia
Berita Riau -  Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Merangkak Naik
Bandung, Riau24.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arief mengatakan, harga bahan pangan menjelang libur Natal dan tahun baru relatif stabil. 

“Hanya daging ayam saja ada kenaikan, yang lainnya relatif stabil,” kata Ferry di Bandung, Jumat, 18 Desember 2015. 

Pantauan Dinas Perindusgtrian dan Perdagangan Jawa Barat di lima pasar pasar tradisional yang terus dipantau di Kota Bandung pada awal Desember ini berkisar Rp 29 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram. Minggu kedua relatif tidak berubah, kenaikan baru terlihat di pekan ketiga ini. 

Harga daging ayam di lima pasar tradisional Kota Bandung hari ini, 18 Desember 2015, berkisar Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu per kilogram.

Ferry mengatakan, harga pangan lainnya relatif stabil. Beras misalnya, harga rata-rata di Kota Bandung sejak Oktober hingga minggu kedua Desember hanya naik Rp 200. Khusus cabe, diakuinya mulai merangkak tapi komoditas itu bergerak mengikuti musim. 

Menurut Ferry, pedagang saat ini relatif berhati-hati menetapkan harga karena daya beli masyarakat belum pulih akibat pelambatan ekonomi. Inflasi rendah yang tercatat di Jawa Barat sebulan lalu misalnya, diyakini  akibat masyarakat menahan konsumsi. 

Ferry mengatakan, Kementerian Perdagangan sudah sejak awal bulan ini meminta Bulog bersiap menggelar operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang libur Natal dan tahun baru. 

“Bulog provinsi dan kami sudah mengirim surat edaran ke kabupaten dan kota untuk operasi pasar. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan. Kami akan dorong kalau harga rata-rata harian terjadi peningkatan,”kata dia. 

Kepala Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Jawa Barat Alip Affandi mengatakan, saat ini tengah menggenjot serapan beras miskin atau raskin yang ditambah pemerintah. 

Alip menambahkan, ketahanan stok beras di gudang Bulog mencukupi melewati libur Natal dan tahun baru. “Ketahanan stok sampai tiga bulan ke depan masih cukup,” kata dia. 

Alip mengatakan, selain beras, Bulog juga memiliki ketersediaan stok untuk komoditas pangan lain. Daging sapi misalnya, Bulog masih menyimpan sekitar 3.500 ekor sapi hidup di sejumlah daerah. “Itu ktia siapkan sejak Bulog diperintahkan impor sapi potong,” kata dia. 

Khusus cabe, Alip mengaku, belum bisa menyimpan stok di gudang karena belum memiliki fasilitas cold-storage. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru