riau24 Cerita Buwas Mengenai Penjara yang Dijaga Buaya | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Cerita Buwas Mengenai Penjara yang Dijaga Buaya

1
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (Heru Haryono/Okezone)
Berita Riau -  Cerita Buwas Mengenai Penjara yang Dijaga Buaya

Jakarta, Riau24.com - Ide untuk membuat lembaga pemasyarakatan (lapas) di pulau terpencil bagi pengedar narkotika  yang dijaga oleh buaya memang sangat kontroversial. Ide yang bagi sebagian orang adalah hal gila ini dilontarkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas).

Pemikiran ini berangkat dari kegelisahan masih leluasanya para bandar yang berada di penjara untuk mengedarkan narkoba di tanah air.

Baru saja  tiga minggu menjabat sebagai kepala BNN, Buwas mengatakan, ia telah mampu menangkap sebanyak 1.523 tersangka penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoli kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saat itu ada protes dari Menkumham kepada Presiden Jokowi. Ini Kepala BNN terlalu bersemangat, dalam tiga minggu 1.523 tersangka, jika dibuatkan penjara, penjara saya  penuh, terlalu bersemangat (kepala BNN) ," kisah Buwas di sela gathering Jurnalis Trunojoyo.

Menurut mantan Kabareskrim Mabes Polri ini, dari persoalan itulah muncul ide gila untuk menempatkan buaya sebagai penjaga penjara untuk bandar narkotika.

"Bagaimanapun kami harus cari solusi. Muncul ide menempatkan penjara di pulau terluar,  lalu pak presiden juga menyatakan narkotika masih beredar di dalam (lapas), bandar-bandar itu masih leluasa melakukan operasinya jaringannya. Saya bilang karena apa? Karena keterbatasan manusia. Yang jaga masih manusia.  Sudah terbatas, manusia lagi yang serba kekurangan," kisahnya.

Karena keterbatasan manusia tersebut lalu timbul ide penempatan lapas di pulau terluar. Selanjutnya beranjak ke ide penjara yang dijaga oleh buaya.

"Beliau kan bilang keterbatasan sarana dan prasarana, akibatnya ya begini, kita akan terbebani lagi. Saya bilang kalau mau aman pak dan anti suap, salah satunya buaya, kalau buaya tidak bisa disuap pak, suruh jagain aja kalau dia (bandar) berani melewati batas untuk  kabur kan diemut sama buaya. Baru diemut aja sudah babak belur apalagi digigit," jelasnya

Ketika diberikan ide tersebut, Presiden Jokowi hanya tertawa. Namun orang nomor satu di Indonesia tersebut menyetujui ide dari Buwas.

"Beberapa lokasi sudah kita tengok, tapi kita belum memutuskan mana yang efektif dan efisien yang akan kita gunakan. Ini (penjara dijaga buaya untuk bandar narkotika) akan teralisasi hanya tinggal keputusan Menkumham. Kalau tidak pakai buaya, kita pakai piranha. Biar dikeroyok sama piranha, atau sama harimau. Ide-ide ini ada karena ada persoalan yang harus dipecahkan untuk mencari solusi," ulasnya.

R24/rno 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 29 Oktober 2017 12:25 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3A8oyea.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru