riau24 Dorna Kecewa, MotoGP 2017 Batal Digelar di Indonesia? | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Dorna Kecewa, MotoGP 2017 Batal Digelar di Indonesia?

0
Suasana balapan MotoGP saat baru memulai start di Sirkuit Indianapolis, AS, Senin (10/8/2015). Pada balapan itu Marquez menjadi yang tercepat diikuti Lorenzo dan Rossi ditempat kedua dan ketiga. (EPA/Erik S. Lesser)
Berita Riau -  Dorna Kecewa, MotoGP 2017 Batal Digelar di Indonesia?
Jakarta, Riau24.com - Finlandia disebut-sebut akan ditunjuk sebagai penyelenggara MotoGP 2017.  Sebelumnya, Dorna Motor Sport selaku pemegang hak komersil MotoGP, memprioritaskan Indonesia ketimbang negara lain untuk menyelenggarakan satu seri di musim itu.

Seperti dilansir speedweek, Dorna belum mempercayai Indonesia untuk menggelar balapan tersebut. Mereka menganggap Indonesia tidak profesional dan belum siap untuk menyelenggarakan salah satu seri MotoGP 2017.
Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna, mengatakan, Finlandia bekerja sangat profesional. Mereka memiliki semua rencana dan dokumen yang diminta serta pengajuannya sangat tepat waktu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Motorsport Finlandia Kari O. Sohlberg menyebut MotoGP merupakan target Finladia ketimbang untuk menyelenggarakan balap Formula One (F1). Alasannya, karena akan banyak biaya yang harus dikeluarkan. 

Finlandia disebutkan telah mempersiapkan sirkuit Kymi Motorsport Parks dengan panjang lintasan sekitar 4,8 km. Menurut Kary,  Kymi memang aman untuk Formula 1. Tapi, seri balap MotoGP seperti World Superbike, GP2, GP3 atau DTM sudah menjadi target mereka.

Indonesia berpeluang menggelar Moto GP setelah Dorna memberikan satu slot untuk menggelar satu seri pada musim 2017. Namun sebelum benar-benar dipastikan menjadi tuan rumah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Juru bicara Menpora, Gatot Dewa Broto, sebelumnya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menggodok Keputusan Presiden (Kepres) mengenai MotoGP Indonesia. Nantinya, jika Kepres itu menyetujui gelaran MotoGP di Tanah Air, Indonesia harua menyerahkan sejumlah uang kepada Dorna.

Jika ditotal Indonesia harus menyerahkan 'mahar' ke Dorna ssebesar 8,415 juta euro, atau setara Rp 125,4 miliar.

"Ada kewajiban bayar ke Dorna pada tahun 2017 sebesar 7.000 euro, tahun 2018 
sebesar 8.000 euro. Itu memang haknya mereka, istilahnya kayak event right-nya. Kemudian 2019, harus membayar 8,4 juta euro," jelas Gatot.

R24/rno 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru