riau24 PT Serikat Putra Dituding Alihkan Aliran Sungai di Bandar Petalangan | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

BLH Pelalawan Siap Mengusut

PT Serikat Putra Dituding Alihkan Aliran Sungai di Bandar Petalangan

0
Salah satu bentuk praktik pengalihan aliran sungai oleh salah satu perusahaan di Pelalawan
Berita Riau -  PT Serikat Putra Dituding Alihkan Aliran Sungai di Bandar Petalangan
Pelalawan-Riau24.com-Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan melalui Kabid Amdal BLH Pelalawan, Eko Novitra mengaku siap menurunkan Tim penyidik PNS untuk mengusut kasus pengalihan 47 aliran sungai dilakukan PT. Serikat Putra (SP) di kecamatan Bandar Petalangan. Namun pihak BLH Pelalawan minta pada masyarakat harus siap memberikan data dan menunjukan semua aliran sungai yang dialihkan fungsinya oleh PT. SP tersebut.

"Untuk mengusut kasus dialihkannya aliran sungai oleh PT. Serikat Putra tersebut, pihak masyarakat setempat harus punya data Peta awal sebelum semua lokasi ke 47 sungai yang dialihkan fungsinya oleh pihak perusahaan," kata Eko Novitra, Kamis (10/9/2015) di Pangkalan Kerinci.

Diakui Eko Novitra, memang pihak perusahaan untuk mengalihkan aliran sungai di areal perusahaannya itu harus ada izin dari pemerintah.  "Di Pelalawan ini sebenarnya banyak perusahaan yang mengalihkan aliran sungai yang ada di areal perkebunannya tersebut. Namun jika benar informasi dari masyarakat Bandar Petalangan itu, maka PT. SP paling banyak mengalihkan aliran sungai tanpa izin pemerintah. Jadi untuk mengusutnya, kita siap menurunkan Tim Penyidik PNS ke lapangan untuk menelusuri semua sungai dialihfungsikan oleh perusahaan tersebut. Kita kan ada penyidik PNS untuk mengusutnya,” tegas Kabid Amdal BLH Pelalawan itu.       

Sebelumnya tokoh masyarakat kecamatan Bandar Petalangan Yunus kepada Riau24.com  pernah menyebutkan bahwa sekarang ini pihak PT. SP telah mengalihkan 47 aliran sungai dalam areal perusahaanya sehingga berdampak pada kerugian mata pencaharian masyarakat setempat.

”Untuk itu, kami menuntut kerugian atas pengalihan 47 sungai dan anak sungai di kecamatan Bandar Petalangan pada PT. SP karena telah memusnahkan semua habibat di semua sungai karena dialihkan sehingga merugikan masyarakat pencari ikan," kata Yunus.

Selain itu, katanya, PT. SP juga telah membabat hutan yang ada di sepanjang aliran sungai. Padahal dalam ketentuan, di sepanjang kiri kanan aliran sungai diarang pihak perusahaan membabat hutan sungai sepanjang 200 meter,” ujarnya. R24/mrd/suhemri
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru