riau24 Direkomendasi Akan Dibangkrutkan, 2 BUMD Diminta Lunasi Hutang | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Direkomendasi Akan Dibangkrutkan, 2 BUMD Diminta Lunasi Hutang

0
Berita Riau -  Direkomendasi Akan Dibangkrutkan, 2 BUMD Diminta Lunasi Hutang
Pekanbaru, Riau24.com - Dinilai tidak berkontribusi terhadap daerah, dua perusahaan kebanggan BUMD Provinsi Riau, yakni PT Riau Airline (PT RAL) dan PT Riau Petrilium (RP) direncanakan akan di bangkrutkan (ditutup) oleh pemerintah.
 
Menanggapi ini, wakil rakyat di Komisi C DPRD Riau turut meminta pertanggungjawaban dari dua perusahaan pelat merah ini untuk menyelesaikan pelunasan hutangnya yang masih tertunggak.
 
"PT RAL hutangnya sama Bank Muamalat ada sekitar Rp90 Miliar. Sedangkan untuk PT RP di APBD Riau dikucurkan sebanyak Rp7,5 Miliar," ujar Siswaja Mulyadi, anggota komisi C DPRD Riau kepada Riau24.com, Kamis (24/12/2015) via seluler.
 
Dijelaskannya, mengenai adanya hutang PT RAL yang diketahui melakukan peminjaman terhadap Bank Muamalat sebesar Rp90 Miliar, pihaknya mengaku belum menemukan perkembangan yang signifikan. Sebab, PT RAL yang sedianya dijamin oleh PT Riau Investmen Corporation (RIC) untuk melunasi hutangnya, ternyata dinilai tidak jelas atas perjanjian jaminan yang diberikan.
 
Menurutnya, kesepakatan antara dua pihak (PT RAL dan PT RIC, red) dalam membangun komitmen melunasi hutang, hendaklah terintegrasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, beberapa hal yang berkenaan dengan regulasi jaminan tersebut, diharapkan memiliki tanggungjawab yang jelas, sehingga menimalisir kondisi carut marut yang terjadi sekarang, yang timbul seakan seperti meninggalkan benang kusut.
 
"Inilah yang saya khawatirkan. PT RIC ini, saya lihat tak punya kemampuan lagi melunasi hutang PT RAL. padahal dia yang menjamin ke Bank Muamalat. Sekarang udah timbul pula masalah baru" kata dia lagi.
 
Disinggung mengenai perusahaan BUMD pelat merah lainnya yang direncanakan akan dibangkrutkan oleh pemerintah, yakni PT Riau Petrilium (RP), politisi Gerindra ini mengaku hingga sekarang pihaknya belum pernah sekalipun bertemu dengan pihak perusahaan tersebut. 
 
Dengan kata lain, pihaknya tidak tahu secara pasti dimana letak kelemahan manajemen PT RP untuk menggenjot pencapaian perusahaan, sehingga dinilai tidak memberi kontribusi positif dalam membantu keuangan daerah.
 
"Dulu komisi C pernah mengundang beberapa kali pihak PT RP untuk hearing minta penjelasan. Namun respon dari undangan tersebut membuat kami mengelus dada, karena yang diundang tak pernah datang, dan rencana itu hanya menyisakan isapan jempol saja,"  kesalnya.
 
Disinggung lagi apakah Komisi C ada rencana mengundang kembali dua BUMD yang kolap (jatuh) ini dalam waktu dekat, politisi yang akrab disapa Aseng ini pun tak bisa memberi jawaban pasti terkait jadwal yang rencana tersebut.
 
"Untuk PT RP, kita memang ada rencana hearing dalam waktu dekat. Kita harap perusahaan ini tidak mangkir lagi kalau diundang," harap Aseng.
 
Ditanya lagi soal tanggapannya terkait rekomendasi yang disampaikan Kemendagri kepada pemerintah Riau yang diterima Plt Sekdaprov Riau, M Yafiz dalam Conference Video kemaren, Rabu (23/12/2015), meminta dua BUMD ini segera dibangkrutkan, Aseng menyatakan turut memberikan hal senada seperti yang disampaikan.
 
"Daripada Perusahaan ini dibiarkan sakit keras. Mending ditutup saja. Tapi ingat, mengenai tunggakan hutang yang masih ada, mohon diselesaikan dan lunasi juga," pinta legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Rohil ini.

R24/awa/kur
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru