riau24 Hasil Laporan Banggar, Inilah Kondisinya APBD Kampar 2016 | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Akhirnya RAPBD TA 2016 Diparipurnakan DPRD Kampar

Hasil Laporan Banggar, Inilah Kondisinya APBD Kampar 2016

0
Harsono saat membacakan laporan Banggar RAPBD TA 2016 Rabu (23/12/2015)
Berita Riau -  Hasil Laporan Banggar, Inilah Kondisinya APBD Kampar 2016

Kampar, Riau24.com - Setelah berakhirnya waktu pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kampar tahun anggaran 2016, Rabu (23/12/2015) sore, kemarin antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kampar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kampar, Rabu malam langsung dilaksanakan rapat paripurna hasil laporan pembahasan.

Rapat paripurna laporan Banggar DPRD Kabupaten Kampar tentang penyusunan RAPBD Kabupaten Kampar TA 2016 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri berjalan aman dan lancar.

Laporan hasil pembahasan Banggar dan TAPD tersebut dibacakan Harsono selaku juru bicara yang ditunjuk oleh Banggar dalam paripurna.

Harsono dalam laporan Banggar itu memaparkan hasil pembahasan yang telah disepakati antara Banggar dan TAPD sehingga dapat memberikan gambaran APBD Kabupaten Kampar TA 2016.

"Banggar DPRD Kabupaten Kampar telah melakukan pembahasan atas RAPBD TA 2016, berkenaan dengan itu, izinkan kami Banggar menyampaikan laporan pembahasan tentang pendapatan, belanja dan pembiayaan," ujarnya dalam laporan tersebut.

Menurut kesepakatan Banggar dan TAPD telah disepakati bahwa pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Kampar TA 2016 adalah sebesar Rp 2.098.918.337.504,00.

Dari jumlah Pendapatan Daerah tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 173.777.605.010,00. Dana perimbangan (DP) sebesar Rp 1.675.671.235.886,00. Lain - lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 249.469.469.628,00.

Dengan telah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 137 Tahun 2015 tentang rincian APBN TA 2016, maka terdapat penambahan pada dana perimbangan untuk dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp 21.128.079.000,00, sehingga pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Kampar 2016 menjadi sebesar Rp 2.120.046.416.504,00.

Seterusnya, untuk total belanja daerah pada APBD Kabupaten Kampar TA 2016 sebesar Rp 2.606.372.314.103,00. Dimana dari total belanja tersebut terdiri dari belanja tidak langsung Rp 1.554.764.144.968,00 dan belanja langsung Rp 1.051.608.169.135,00.

Setelah dilakukan pembahasan tingkat Komisi dan Banggar, dengan memperhatikan estimasi Silpa TA sebelumnya yang diperkirakan hanya lebih kurang sebesar Rp 300.000.000.000,00. Maka terjadi pengurangan belanja sebesar lebih kurang Rp 200.000.000.000,00.

Disamping itu juga, terjadi penambahan belanja dengan adanya penambahan pendapatan yang berasal dari DAK non fisik sebesar Rp 21.128.079.000,00, sehingga menyebabkan total Belanja Daerah pada RAPBD TA 2016 sebesar Rp 2.427.500.393.103,00.

Belanja tidak langsung terdiri dari, Belanja Pegawai Rp 1.215.665.859.521,00. Belanja Subsidi Rp 3.177.220.914,00. Belanja Hibah Rp 62.690.000.000,00. Belanja Bantuan Sosial Rp 12.747.400.000,00. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintahan Desa Rp 5.788.781.333,00. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan Partai Politik Rp 253.194.883.200,00. Belanja Tidak Terduga Rp 1.500.000.000,00.

Sedangkan belanja langsung pada APBD Kabupaten Kampar sebelum pembahasan ditingkat Komisi dan Banggar adalah Rp 1.051.608.169.135,00. Dan setelah dilakukan pembahasan ditingkat Banggar maka disepakati dana belanja langsung oleh masing - masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) pada APBD Kabupaten Kampar TA 2016 sebagai berikut.

Adapun belanja langsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar sebesar Rp 142.123.287.136,00. Dinas Kesehatan Rp 84.122.337.521,00. RSUD Bangkinang Rp 36.626.914.710,00. Dinas Bina Marga dan Pengairan Rp 264.614.143.455,00. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Rp 63.792.796.063,00. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rp 11.789.811.171,00. Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Rp 10.172.764.230,00. Badan Lingkungan Hidup Rp 3.785.295.666,00. Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Rp 57.385.309.788,00. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rp 5.958.959.900,00. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Rp 2.620.362.800,00.

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Rp 11.014.750.940,00. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Rp 11.767.213.285,00. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Rp 7.223.195.205,00. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Rp 4.585.650.009,00. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Rp 15.016.262.072,00. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Rp 2.743.531.396,00. Sekretariat Daerah Rp 78.565.015.786,00. Sekretariat DPRD Rp 53.982.240.947,00. Inspektorat Kabupaten Rp 8.160.129.550,00. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Rp 14.480.073.733,00.

Kecamatan se Kabupaten Kampar Rp 11.725.585.078,00. Badan Kepegawaian Daerah Rp 7.496.381.250,00. Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Rp 1.363.360.426,00. Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Rp 2.312.000.000,00. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Rp 14.366.608.018,00. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rp 3.872.754.100,00. Kantor Perpustakaan dan Arsip Rp 4.158.095.105,00. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Rp 22.225.639.165,00. Dinas Perkebunan Rp 7.258.531.662,00. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 8.173.066.800,00. Dinas Kehutanan Rp 10.640.076.052,00. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Rp 6.415.017.235,00. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rp 11.068.109.737,00. Dinas Perikanan Rp 22.804.548.454,00. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Rp 22.846.735.949,00.

Selanjutnya, pada RAPBD TA 2016 terjadi Defisit Rp 507.453.976.599. Setelah dilakukan pembahasan pada Komisi dan Banggar disepakati Defisit anggaran sebesar Rp 300.000.000.000,00 yang akan ditutup dengan Silpa.

Pembiayaan adalah pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Pembiayaan diperlukan untuk menutupi Defisit anggaran dan atau untuk menampung surplus anggaran. Selisih antara pembiayaan meruapakan pembiayaan Netto.

Pembiayaan Netto pada RAPBD TA 2016 adalah sebesar Rp 300.000.000.000,00 yang terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 300.000.000.000,00 dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 0,00.

R24/awa/rif 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru