riau24 Ternyata Gudang Penyimpanan Milik Kades | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Terbongkarnya Penyalahgunaan Pupuk Subsidi Di Rohul,

Ternyata Gudang Penyimpanan Milik Kades

0
AKP M. Wirawan Novianto Menunjukkan BB Pupuk Bersubsidi
Berita Riau -  Ternyata Gudang Penyimpanan Milik Kades

Rohul, Riau24.com - Satuan Reskrim Kepolisian Resor Rokan Hulu (Rohul) masih mendalami kasus pupuk subsidi asal Kabupaten Padang Palas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.

Hasil penggerebekan sebuah gudang di Dusun Kota Bangun Desa Batang Kumu milik oknum Kepala Desa di Kecamatan Tamhusai inisial AP, Selasa (22/12/2015) subuh kemarin, polisi mengamankan 265 sak atau karung pupuk bersubsidi berbagai jenis dan merek sekira 13.250 kilogram atau 13,2 ton.

Kepala Polres Rohul AKBP Pitoyo melalui Satuan Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto mengungkapkan dari penggeberekan tersebut baru seorang pria diduga pelaku, AHH alias Hadi, ditetapkan sebagai tersangka.

Namun demikian, pria berusia 28 tahun, warga Kota Bangun Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai belum ditahan, baru sebatas wajib lapor. Sedangkan oknum Kades AP, sebagai pemilik gudang baru status sebatas saksi. Oknum ini juga belum diperiksa, baru sebatas dipanggil.

"Masih periksa selaku saksi (Kades AP). Gudang milik dia, namun Hadi menitipkan pupuk di gudangnya (Kades). Akan diperiksa lanjutan," ujar AKP M. Wirawan saat konferensi pers di Mapolres Rohul, Rabu (23/12/2015) sore.

Ia mengungkapkan tersangka Hadi mengakui sebelumnya ia pernah menjual pupuk subsidi asal Sumut kepada petani dengan harga antara Rp 185 ribu hingga Rp 200 ribu per sak.
"Rencananya, pupuk yang disita ini akan dijual pelaku ke petani, namun belum sempat dijualnya," ungkap M. Wirawan dan menerangkan harga pupuk non subsidi bisa sampai Rp 300 ribu-an per sak.

Dirinya menambahkan bahwa 13,2 ton pupuk subsidi, terdiri 160 sak pupuk jenis NPK Phonska, 88 sak pupuk urea, dan 17 sak pupuk ZA, disita dari gudang milik Kades AP setelah selesai bongkar muat.

Tersangka Hadi terancam dijerat Undang-Undang Pidana Darurat Nomor 7 dengan ancaman dua tahun kurungan. Sedangkan Kades AP sejauh ini baru akan dimintai keterangan.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru