riau24 5 'Kebuasan' Buwas Lawan Bandar Narkoba | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

5 'Kebuasan' Buwas Lawan Bandar Narkoba

1
Komjen Pol Budi Waseso saat acara pelantikan dirinya sebagai Kepala BNN di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (8/9). Buwas resmi menggantikan Komjen Pol Anang Iskandar sebagai Kepala BNN. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Berita Riau -  5 'Kebuasan' Buwas Lawan Bandar Narkoba

Jakarta, Riau24.com - Sosoknya sebuas nama panggilannya. Begitulah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso.

Pria yang karib diapa Buwas itu kini menebar ancaman menakutkan pada para bandara narkoba. Dari gigitan buaya hingga penembak misterius diwacanakan untuk membuat jera para pengedar barang haram tersebut.

Ini karena Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat narkoba. Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan, berdasarkan statistik yang diterimanya ada 4,5 juta orang yang sudah terkena narkoba.

Dari jumlah itu 1,2 juta sudah tidak bisa direhabilitasi karena kondisinya terlalu parah. Maka tak heran jika Buwas harus memutar otak dan menunjukkan 'taringnya' lewat sejumlah ancaman kepada para bandar narkoba.

Berikut kebuasan Buwas yang dihimpunLiputan6.com, Jumat (25/12/2015):

Penjara Dan Buaya

Buwas mengaku tak segan menghukum berat bandar narkoba. Ia pun telah merencanakan untuk membuat sebuah rumah tahanan khusus bagi para bandar narkoba.

Rumah tahanan itu, nantinya akan ditempatkan di pulau terkecil dan terluar, sehingga ruang gerak para terpidana kasus narkotika sangat terbatas. Di dalam penjara itu, terdapat ruang tahanan khusus yang nantinya akan dikelilingi kolam berisi buaya.

"Iya, memang saya membuat wacana pemikiran bagaimana tahanan yang untuk para bandar yang divonis hukuman mati khususnya itu ditaruh di satu tempat. Tempatnya yang dikelilingi kolam buatan, kolam itu diisi buaya. Buaya rawa dan buaya laut," kata Buwas di Jakarta, Sabtu 7 November 2015 lalu.

Dia mengaku serius dengan wacana tersebut. Hal itu sebagai bentuk tindakan tegas dalam pemberantasan narkoba.

Buwas juga mengaku tak khawatir bila para bandar narkoba itu tewas dimakan buaya. Menurut dia, hukuman terberat dirasa paling tepat bagi para pengedar dan bandar narkoba.

"Kalau (bandar narkoba) mati kan yang bunuh buaya. Nanti yang dituntut biar buayanya, yang diperiksa sama Bareskrim, ya buaya. Kalau buaya darat bisa dituntut, kalau buaya rawa enggak bisa," ujar Buwas. 


Dikepung Ikan Buas

Tak cuma buaya, Buwas bahkan ingin penjara itu dijaga dengan ikan piranha. Ikan air tawar terganas di dunia. Penjara itu, menurut dia, tentu akan menyulitkan bandar narkoba untuk kabur.

Mereka harus bertaruh nyawa untuk meloloskan diri dari cengkeraman penjaga yang siap menerkam.

"Kalau tidak buaya, kita isi dengan ikan Piranha di kolam buatan. Kalau mau kabur coba hadapi buaya atau akan dikeroyok sama Piranha," ucap Buwas.


Penembak Misterius

Setelah wacana penjara bandar narkoba dijaga buaya, jenderal bintang tiga ini mewacanakan ide kontroversial, yaitu membentuk tim penembak misterius (petrus) untuk memburu gembong narkoba.

"Tim petrus akan menembak mati para bandar dan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang," ucap Buwas wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 26 November lalu.

Tim Petrus, sambung Buwas, nantinya diterapkan kepada pengedar dan gembong saat terpergok memasukkan narkotika di wilayah perbatasan. Secara teknis, tim ini bergerak setelah mengantongi data identitas bandar atau pengedar yang dihasilkan dari penyelidikan mendalam BNN.

Alasan membentuk tim Petrus, ungkap Buwas, karena begitu besarnya distribusi narkotika yang masuk ke Indonesia dari negara luar.

"Saya sampaikan ke Panglima TNI, di Malaysia dan Singapura barangnya banyak. Tapi tidak beredar di sana, dibuang dan dipasarkan ke Indonesia," sambung dia. 


Tenggelamkan Kapal Bandar 

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984 itu mengungkapkan, banyak jalur tikus yang digunakan pengedar narkotika baik itu jaringan internasional ataupun nasional. Ia pun berencana menggandeng TNI untuk menjaga dan mengawasi wilayah perairan Indonesia dari narkoba.

Buwas bahkan mengaku sudah gerah dengan sepak terjang pengedar narkoba yang seolah-olah tidak takut dengan ancaman hukuman di Indonesia. Karena itu, dia ingin kapal atau perahu yang terbukti membawa narkoba ditenggelamkan.

"Kalau perlu kita tenggelamkan di laut narkoba ini sama pelaku-pelakunya. Jadi ke depannya jangan hanya illegal fishing yang kapalnya ditenggelamkan. Ya, tidak ada lagi nanti pengampunan bagi bandar narkoba," kata Buwas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 9 September 2015.

Menurut dia, perlu upaya proaktif yang lebih agresif untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia hingga ke akar-akarnya. Sebab, imbuh Buwas, Presiden Jokowi sudah mengatakan negara dalam darurat narkoba, dan menyatakan perang terhadap narkoba.

"Kalau perang, ya semuanya berperang. Ibaratnya, angkat senjata untuk melawan mafia-mafia narkoba," jelas dia.

ATM

Buwas kembali mewacanakan ide 'gila' lainnya dalam mencegah dan memberangus peredaran narkotika. Kali ini ia akan memanfaatkan mesin ATM. Ia mengatakan, seluruh mesin ATM nantinya bisa menampilkan pesan pencegahan akan bahaya narkotika bila si nasabah sedang melakukan transaksi keuangan.

"Jadi ketika orang mau tarik uang, ada imbauan agar (uang) itu jangan dipakai untuk beli narkotika. Jadi uangnya dimasukkan ke kantong bukan dikasih ke pengedar," kata Buwas di Bogor, Jawa Barat, Sabtu 19 Desember 2015.

Untuk memuluskan wacana ini, terang Buwas, pihaknya akan segera menemui Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya adalah untuk bisa menyampaikan ide barunya dalam rangka pencegahan bahaya narkoba sekaligus menekan permintaan akan narkotika.

"Nanti kalau saya sudah sampaikan wacana ini ke Gubernur BI dan OJK, pasti jalan," tandas Buwas.

Saking semangatnya menebar ancaman untuk bandar narkoba, langkah Buwas ternyata sempat diprotes Presiden Jokowi dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

"Ada protes dari Menkumham dan Presiden. Katanya, 'ini Pak Kepala BNN terlalu semangat'," kata Buwas di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Desember 2015.

Bahkan, kata Buwas, dia kembali diprotes oleh Jokowi dan Yasonna ketika menangkap 1.523 bandar dan pengedar dalam kurun waktu 3 bulan menjabat Kepala BNN.

"Katanya, ini Pak Kepala BNN terlalu semangat. Penjara bisa penuh kalau begini," tandas Buwas.

R24/rno

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 29 Oktober 2017 12:45 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3A8oyea.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru