riau24 Warga Keluhkan Takarannya Gas Elpiji 3 Kg 'Disunat' | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Warga Keluhkan Takarannya Gas Elpiji 3 Kg 'Disunat'

0
Berita Riau -  Warga Keluhkan Takarannya Gas Elpiji 3 Kg 'Disunat'
Pekanbaru, Riau24.com - Saat ini sejumlahan warga pengguna gas elpiji 3 Kg, mengeluhkan. Pasalnya tidak sesuai isi takarannya. Pertamina dan Pemko diminta peduli.
 
Hal ini, diduga adanya permainan yang dilakukan oleh oknum nakal para agen penyalur. Berkurang ini isi tabung gas 3 Kg itu dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga salah satunya, Evaria (28) warga Jalan Mangga, Sukajadi, Pekanbaru.
 
Dia mengatakan, dengan kejadian ini, dirinya merasa dirugikan atas berkurang takaran gas elpiji. "Jadi heran, biasa kami membeli gas 3 Kg ini penuh dan biasanya ini juga tahan seminggu. Tapi kini, gas itu tiga hari sudah habis," ujarnya.
 
Eva juga menyebutkan berkurang gas ini, dilihat pada regulator ada diselang kompor gas. Dimana itu jarum gas indikator, tidak sampai ke maximal alias tidak penuh. Hal ini yang membuat curiga adanya gas 3 Kg itu, dikurangi isinya.
 
Ibu dua anak ini berharap kepada pihak pemerintah, baik Pertamina maupun Disperindag untuk turun tangan dalam masalah ini. Sebab, sambungnya, berkurang dari gas tersebut sangat merugikan dirinya dan juga para warga lainnya.
 
Hal yang sama juga disampaikan Widodo (26), warga Jalan A Yani. Sukajadi. Dia menduga berkurang takaran isi tabung gas 3 Kg, kuat dugaan disebabkan isinya disuntik ini oknum tidak bertanggungjawab yang merugikan konsumen.
 
"Kami menduga isi disuntik orang tabung gasnya. Karena biasanya tahan sampai sebulan sekarang cuma dua minggu. Dan ini sudah berlangsungnya sejak dua bulan yang lalu. Pertamina kami minta tanggap hal ini," sebutnya.
 
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait turut peduli. Dalam hal ini Disperindag untuk segera mengecek dan juga memeriksa agen penyalur gas ini yang diduga menyelewengkan itu isi gas. Ini jelas merugikan.
 
"Sudahlah harganya mahal, tetapi kini isinya pun yang berkurang. Ini tentu sangat merugikan. Maka itu saya inginkan pemerintah daerah mengecek para agen. Ini, supaya tidak banyak nanti itu masyarakat yang dirugikan," ungkapnya.
 
Senada juga, disampaikan warga Kecamatan Tangkerang Tengah,
Suryani. Ia mengatakan, didalam beberapa hari belakangan ini, gas
elpiji 3 kg, yang diduga berkurang atau tidak sesuai dengan takaran seharusnya. Tentu disesalkan.
 
"Beberapa kali membeli gas elpiji 3 kg, namun takaran gas tarsebut acap kali tidak bertahan lama. Hal ini jelas merugikan. Padahal saat pemakaianya masih normal, yang seperti hari-hari biasa. Tetapi, gas ini cepat habis," ujar Suryani.
 
Dalam hal ini, dicurigai adanya itu oknum yang sengaja mengurangi takaran gas elpiji itu. Pasalnya ini, belum adanya satu minggu, tetapi isi gas elpji sudah langsung habis. Inikan namanya 'nyolong' gas dari milik warga yang sudah dibeli.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru