riau24 Hakim Vonis Mati 55 Orang di 2015 karena Narkoba | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Hakim Vonis Mati 55 Orang di 2015 karena Narkoba

1
Terpidana hukuman mati kasus peredaran narkoba Simon Ikecuku menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Rabu (1/4). Sampai saat ini 55 orang telah divonis mati di 2015. (Antara Foto/Irvan Awal Lingga)
Berita Riau -  Hakim Vonis Mati 55 Orang di 2015 karena Narkoba
Jakarta, Riau24.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan sebanyak 55 orang terpidana narkoba mendapat vonis hukuman mati sepanjang tahun 2015. Seluruh terpidana divonis mati karena memiliki peran krusial dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 4 orang mengajukan Banding, 14 orang mengajukan Kasasi, 9 orang mengajukan Penanjauan Kembali, 4 orang mengajukan Grasi dan 10 orang belum menentukan sikap PK atau grasi," mengutip rilis akhir tahun BNN, Minggu (27/12/2015).

BNN mencatat bahwa PK dan grasi yang diajukan 14 orang terpidana mati ditolak pengadilan karena dianggap melewati batas waktu. Oleh karena itu, BNN menyampaikan sebanyak 14 orang terpidana sedang menunggu eksekusi hukuman mati.

Sementara itu, sepanjang tahun 2015, BNN juga mencatat bahwa terdapat 40 Warga Negara Indonesia yang terlibat kasus narkoba di luar negeri. Dari sekuruh jumlah tersebut, BNN mengungkapkan empat orang WNI yang ditahan di Guangzhou, Tiongkok, terancam hukuman mati.


"Dengan demikian, sejak 2009 sampai dengan akhir tahun 2015 terdapat 271 WNI di luar negeri yang tersandung kasus Narkotika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 WNI terancam hukuman mati. Data tersebut merupakan data penanganan kasus WNI di luar negeri yang dilaporkan oleh perwakilan Indonesia di luar negeri kepada Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri."

BNN menduga jumlah WNI yang terlibat kasus narkoba akan bertambah. Pasalnya, BNN mengaku ada beberapa negara yang tidak menyampaikan notifikasi kepada perwakilan pemerintah Indonesia jika ada WNI yang ditahan karena terlibat kasus narkoba.

"Dalam beberapa kasus, perwakilan Indonesia baru mengetahui terdapat WNI yang ditahan saat staf perwakilan melakukan kunjungan ke penjara-penjara maupun tahanan imigrasi negara setempat," mengutip rilis akhir tahun BNN.


BNN juga mencatat sejak awal tahun 2015, sebanyak 14 terpidana mati telah dieksekusi secara bertahap oleh Kejaksaan Agung, di antaranya enam orang dieksekusi pada Minggu (18/1/2015) lalu,  yaitu Ang Kiem Soei alias Tomi Wijaya (WN Belanda), Rani Andriani (WN Indonesia), Namaona Denis (WN Malawi), Marcho Archer Cardoso Moreira (WN Brazil),  Daniel Enemuo (WN Nigeria) dan Tran Thi Bich Hanh  (WN Vietnam).

Selain itu, delapan orang terpidana lain yang dieksekusi pada Rabu (29/4) lalu, di antaranya Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (WN Australia), Martin Anderso (WN Ghana), Zainal Abidin (WN Indonesia), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria), Raheem Agbaje Salami Cordova (WN Spanyol), Rodrigo Gularte (WN Brazil) dan Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria).

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 29 Oktober 2017 12:48 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3A8oyea.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru