riau24 Hindari Tabrakan Beruntun dengan Cara Ini | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Tips Dan Trik

Hindari Tabrakan Beruntun dengan Cara Ini

0
Standar jarak aman kendaraan di depan adalah setidaknya 3 detik (wonderfulengineering)
Berita Riau -  Hindari Tabrakan Beruntun dengan Cara Ini

Jakarta, Riau24.com - Kecelakaan beruntun kerap terjadi di jalan raya, terutama tol. Di antara penyebab utamanya, pengemudi tidak bisa mempertahankan jarak aman atau tidak bisa mengantisipasi pergerakan kendaraan di depan.

Selain mengetahui posisi jarak aman dalam satuan meter, pengemudi juga bisa menggunakan satuan waktu.

Berdasarkan standar internasional, pengemudi harus menjaga jarak tidak boleh di bawah 3 detik dengan kendaraan di depannya. Namun untuk lebih aman, pengemudi dapat mematok jarak 5 detik. Ini dikarenakan waktu tersebut merupakan tenggat refeleks yang masih mampu dilakukan manusia untuk merespons peristiwa tak terduga.

Selain itu, perangkat safety kendaraan, seperti rem, akan bekerja secara maksimal untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan dalam kisaran waktu tersebut. Sehingga potensi kecelakaan dapat dihindari.

Penggunaan ukuran waktu untuk mengantisipasi benturan sebagai standar internasional lebih disebabkan bahwa sebenarnya manusia lebih mampu mengantisipasi secara waktu ketimbang jarak.

Jika kecepatan kendaraan berubah, maka jarak amannya pun juga berganti. Misalnya, saat kendaraan melaju 40 kilometer per jam di kondisi lalu lintas merayap, maka jarak amannya adalah 4 meter. Jika jalan lebih lancar, maka kecepatan akan bertambah demikian pula dengan jarak amannya.

Sebaliknya, dengan penggunaan standar waktu, dengan kecepatan berapa pun pengendara yang berada di belakangnya dapat menyesuaikan. Sehingga jarak aman akan terbentuk dengan sendirinya.

Menyesuaikan jarak dengan hitungan waktu, bisa dilakukan melalui penanda pohon atau tiang di pinggir jalan. Pengemudi dapat menyesuaikannya dengan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penanda tersebut.

Selain itu, pengemudi harus sebisa mungkin harus menghindari agressive driving, yaitu membawa kendaraan secara emosi sehingga menghiraukan pentingnya kecepatan dan jarak. Kemacetan di musim libur dapat mempengaruhi kondisi psikologis pengemudi. Inilah yang dapat menjadikan gaya berkendara menjadi agresif yang rentan menimbulkaan kecelakaan.

Agressive driving juga menjadikan konsumsi bahan bakar lebih boros. Komunikasi yang baik dengan penumpang bisa mengantisipasi agressive driving. Selain itu, beristirahatlah setiap 3 jam untuk menyegarkan tubuh usai mengemudi. Lakukan senam kecil agar suplai darah dan oksigen menjadi normal. Dengan begitu, pikiran menjadi fresh dan pengemudi bisa lebih bijak bertindak di jalanan.

R24/rno 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru