riau24 24 Terduga Teroris Poso Ditangkap Selama Operasi Camar Maleo IV | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

24 Terduga Teroris Poso Ditangkap Selama Operasi Camar Maleo IV

0
Ilustrasi Tangkap Teroris (Liputan6.com/M.Iqbal)
Berita Riau -  24 Terduga Teroris Poso Ditangkap Selama Operasi Camar Maleo IV
Palu, Riau24.com - Aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) meringkus 7 orang yang diduga anggota jaringan teroris Santoso di tempat persembunyian mereka. 3 Orang di antaranya ditangkap di Desa Tayawa, Kabupaten Tojo Unauna, sedangkan 4 lainnya ditangkap di Desa Malino, Kabupaten Morowali Utara.

"Pagi ini, anggota saya baru melaporkan bahwa mereka menangkap lagi 3 orang di Desa Tayawa. Jadi, jumlah seluruhnya sudah sekitar 7 orang," kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Azis di Palu, Kamis (31/12/2015), seperti dikutip dari Antara.

Namun, Idham menolak merinci operasi penangkapan serta identitas para terduga teroris yang diringkus. Polisi kini membawa mereka dari lokasi penangkapan ke Palu.

"Kalau mereka sudah tiba di Palu dan diperiksa secara lengkap, barulah kami sampaikan penjelasan rinci," ujar Idham.

Ia menduga, orang-orang yang ditangkap merupakan operator aksi teror yang dilakukan oleh anggota jaringan Santoso. Pentolan itu diyakini masih bersembunyi di hutan-hutan wilayah Poso Pesisir. Polisi belum berhasil meringkus Santoso, padahal Operasi Camar Maleo IV akan berakhir pada 9 Januari 2016.

Idham menerangkan, sebanyak 24 orang terduga teroris telah diamankan selama operasi berlangsung. 7 Orang di antaranya tewas dan 17 lainnya sedang menjalani proses hukum. Sedangkan dari sisi aparat, 2 polisi dan 1 tentara tewas, serta 4 polisi terluka akibat operasi tersebut.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kegiatan terorisme berupa senjata api, amunisi, bom rakitan, bahan pembuat bom, dan pakaian.

Idham menyebut, Santoso dan sekitar 31 anak buahnya, yang diyakini telah dibaiat menjadi anggota ISIS, masih bersembunyi di hutan-hutan sekitar Poso Pesisir sampai wilayah Sausu, Kabupaten Parigi, dan wilayah Napu, Kabupaten Poso.

"Wilayah pergerakan mereka ada di dalam kawasan hutan seluas sekitar 2.400 kilometer persegi. Namun, keberadan mereka semakin terjepit, logistik semakin kurang dan personel keamanan terus mengepung. Insya Allah, Santoso dan teman-temannya bisa segera tertangkap," ujar Idham.

Saat ditanyai kelanjutan Operasi Camar Maleo, Idham mengaku belum mengetahui karena operasi ini berada di bawah kewenangan Markas Besar Polri. Walau begitu, ia mengatakan, Polda Sulteng sedang mengkaji operasi lanjutan secara mandiri setelah Camar Maleo IV berakhir.

"Kami sedang matangkan rencana operasi mandiri ini. Sandi operasinya juga akan kami ganti, bukan lagi pakai nama Camar Maleo. Bapak Wakapolda sedang mengkajinya," kata Idham.

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru