riau24 Biaya Lain yang Harus Diketahui Saat Membeli Rumah | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Biaya Lain yang Harus Diketahui Saat Membeli Rumah

0
Berita Riau -  Biaya Lain yang Harus Diketahui Saat Membeli Rumah

Riau24.com - Saat Anda berencana membeli sebuah rumah, dana yang harus dipersiapkan tidak hanya seputar harga rumahnya saja. Terdapat beberapa biaya lain yang harus dikeluarkan, sehingga perlu dibuat perencanaan anggarannya secara matang. Nah, agar Anda tak terjebak dalam permasalahan dalam hal bajet, berikut Rumah.com paparkan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan saat membeli rumah.

  1. Uang tanda jadi atau booking fee. Umumnya, jumlah uang tanda jadi ini ditentukan oleh masing-masing pengembang. Faiz selaku Marketing Perumahan Pondok Nurul Fikri mengungkapkan, kisarannya sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Bila uang ini telah diberikan kepada pengembang, selanjutnya Anda akan mendapat formulir pemesanan unit dan jadwal pelunasan uang muka.
  1. Uang muka atau down payment. Biasanya beberapa developer memberikan keringanan dalam hal uang muka, yakni sistem angsuran dengan waktu tertentu. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, bila luas bangunan pada rumah dibawah 70m2, maka uang dp-nya hanya diperbolehkan sebesar 10%. Sementara bagi rumah dengan LB diatas 70m2, dp-nya adalah 20%. Sebagai catatan, sebaiknya pembayaran uang muka ini dilakukan setelah akad kredit Anda disetujui bank.
  1. Biaya notaris untuk mengikat kredit secara hukum. Dalam hal ini, biasanya beberapa developer sudah bekerjasama dengan kantor notaris terpercaya. Bersama pengembang, Anda akan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB menyatakan bahwa Anda akan melunasi uang muka setelah akad kredit disetujui bank.Selain SPJB, sertifikat lain yang harus Anda urus dan dikenakan biaya pembuatan adalah AJB atau Akta Jual Beli, balik nama sertifikat, dan biaya pengikatan akad kredit. Besaran nominalnya tergantung dari masing-masing kantor notaris.
  1. Biaya pengecekan sertifikat. Sebelum Anda melakukan transaksi jual beli, ada baiknya jika melakukan pengecekan sertifikat terlebih dahulu ke kantor pertanahan setempat. Langkah ini dirasa sangat penting, guna memastikan memastikan sertifikat rumah tidak memiliki catatan blokir, sita atau catatan lainnya yang bisa merugikan Anda. Besar biaya pengecekan sertifikat ini tergantung kebijkan kantor pertanahan setempat.
  1. Biaya yang juga ditanggung oleh pembeli adalah asuransi jiwa dan asuransi kebakaran. Asuransi itu sangat dibutuhkan dalam proses kredit guna menjamin agar di kemudian hari tidak terjadi kredit macet.
  1. Biaya pemasangan instalasi. Jika developer belum menyediakan instalasi secara lengkap, mau tak mau Anda harus merogoh kocek untuk biaya pemasangan PDAM, saluran telepon, atau penyambungan listrik. Untuk simulasi biaya yang harus dikeluarkan, Anda bisa mengeceknya di http://www.pln.co.id/simulasi/pasangbaru/.
  1. Biaya tak terduga. Biaya terakhir yang harus Anda persiapkan adalah dana cadangan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan lain yang muncul tiba-tiba. Seperti diantaranya biaya untuk biaya KPR, PPN, BPHTB dan lain-lain. Sebaiknya siapkan biaya 15 hingga 20 persen.
R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru