riau24 Kejari Pasirpangaraian Tahan Tersangka Pengadaan Bibit lele dan Belut | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Kejari Pasirpangaraian Tahan Tersangka Pengadaan Bibit lele dan Belut

3
Berita Riau -  Kejari Pasirpangaraian Tahan Tersangka Pengadaan Bibit lele dan Belut

Rohul, Riau24.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpengaraian menetapkan seorang warga Rokan Hulu (Rohul) inisial JH sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan pengadaan bibit ikan lele dan belut bersumber dari dana hibah APBD Provinsi Riau 2013 sekira Rp 240 juta.

Warga Luba Hilir Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Rohul tersebut sudah ditetapkan tersangka mulai hari ini, Selasa (5/1/2016), dan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Pasirpengaraian, Senin sore.

Kepala Kejari Pasirpangaraian Syafiruddin SH,MH, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pasirpangaraian Nico Fernando mengungkapkan dalam pengadaan bibit ikan lele dan belut, tersangka JH sebagai pelaksana.

Namun, pada pelaksanaan kegiatan, tersangka tidak melakukan pengadaan bibit ikan lele dan belut. Bahkan, tiga kelompok tani (Koptan) di Kecamatan Rambah yang jadi sasaran juga diduga fiktif, seperti Koptan di Kelurahan Pasirpangaraian, Koptan di Desa Koto Tinggi, dan satu Koptan lain.

"Pada intinya mereka menerima dana hibah dari APBD Riau (2013), namun kegiatan tidak dilaksanakan," ujar Nico Fernando di kantornya, Selasa sore.

Nico menambahkan Kejaksaan hanya menetapkan JH sebagai tersangka, karena pada pelaksanaan kegiatan pengadaan bibit ikan lele dan belut, bersumber dari dana hibah APBD Riau tahun anggaran 2013 itu, JH yang diduga menikmati hasil korupsinya.

"Dia pelaku materilnya dan yang menikmatinya (hasil korupsi fiktif)," jelasnya.

Ia menuturkan pasca ditetapkan sebagai tersangka, JH langsung ditahan di LP Klas II B Pasirpangaraian, karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sebab itu sementara ini dia (tersangka) kami tahan dulu," tuturnya.

Diakuinya, untuk kasus dugaan korupsi pengadaan bibit ikan lele dan belut bersumber dari dana hibah APBD Riau sekitar Rp 240 juta ini masih tahap pemberkasan.

Sejauh ini, tambah Nico, pihak Kejari Pasirpengaraian sudah memintai keterangan sebanyak 20 saksi.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Joy
Jumat, 08 Januari 2016 08:26 wib
kasus sppd fiktif bagaimana ????? usut kejari pasirpengaraian
Anti korup
Jumat, 08 Januari 2016 03:51 wib
besok besok. kepala kejaksaan itu. kita demo. kalau di khusut banyak yg korup tu orang kejaksaan. tunggu tgl main nya saja
Rakyat
Jumat, 08 Januari 2016 03:49 wib
apa ndak malu. kejaksaan itu. menGusut kasus segini kecilnya. 240 juta. sedangkan. pejabat rohul itu. banyak yg korup dari pada ini. g di usut tu. apa pihak lejakssan pasir ini udah di suap sama pejabat rohul itu. kepala dibas 0endidikan itu tangkanp. kalau memang iya g pilih kasih. dimana letak keadilan hukum itu. kelihatan sekali cuman mau cari nama dan tumpul kebawah kejaksaan apasir pengaraian itu
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru