riau24 Pertanyakan Pencairan Dana Beasiswa 2015 | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Mahasiswa Datangi Kantor Walikota Dumai,

Pertanyakan Pencairan Dana Beasiswa 2015

0
Mahasiswa datangi kantor Walikota
Berita Riau -  Pertanyakan Pencairan Dana Beasiswa 2015

Dumai, Riau24.com - Perwakilan Mahasiswa STAI Tafaqquh Fiddin Dumai mendatangi Kantor Walikota yang berada di Jalan Perwira, Kelurahan Bagan Besar. Kedatangan mereka mempertanyakan jadwal pencairan beasiswa. Padahal beasiswa itu sudah diajukan pada rentang 2013 hingga 2015. Namun hingga kini belum dicairkan oleh Pihak Bagian Kesra Setdako Dumai.

Karena tidak ada kepastian dari Pemerintah setempat, akhirnya perwakilan mahasiwa itu meninggalkan ruang rapat Lantai 3 yang berada di Kantor Walikota Dumai, Rabu (6/1/2016). Setelah berdebat panjang seputar pencairan beasiswa bagi mereka. Bahkan dialog yang berlangsung sekitar satu jam tidak membuahkan hasil.

Merekapun memutuskan pergi dari hadapan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Dumai, Said Mustafa. Sebab pihak Pemerintah Kota Dumai tidak kunjung memberi kepastian.
“ Tidak ada kejelasan sampai saat ini. Sebaiknya kita pergi saja, sebab tidak ada solusi,” tegas Perwakilan Mahasiswa, Arief Fadly usai pertemuan.

Menurut Arief, kedatangan sekitar 30 mahasiswa dari STAI Tafaqquh Fiddin ini punya enam tuntutan kepada Pemerintah Kota Dumai. Diantaranya, mengusut tuntas alokasi dana beasiswa di Dumai dua tahun belakangan. Lalu mempertanyakan indikasi penyimpangan kebijakan alokasi dana beasiswa di Pemko Dumai.

Kemudian mereka juga menuntut agar berkas yang sudah diajukan segera dikembalikan. Pihak Pemko Dumai mesti mengganti rugi. Bila memang dana beasiswa tidak kunjung cair.

Selain itu, kata Arief, mereka menuntut agar pemerintah lebih transparan terhadap alokasi dana pendidikan di APBD Dumai. Begitu juag alokasi dana beasiswa.
“Bila memang ada indikasi penyimpangan. Kami minta penegak hukum usut masalah ini,” tegasnya saat melakukan orasi di depan pintu masuk Kantor Walikota Dumai.

Dikesempatan itu, Sekdako Dumai Said Mustafa menegaskan, bahwa dana beasiswa tersebut masih ada. Kini masih disimpan di Kas Daerah. Namun belum direalisasikan, karena terjadi perubahan regulasi pada Undang-Undang No.9 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 2014.

Bahkan tidak dirinci teknis pembagian beasiswa tersebut. ”Rekan-rekan mahasiswa jangan khawatir, dana untuk beasiswa masih ada di kas daerah. Bisa diperiksa di Bank Riau Kepri,” tegas Said di hadapan para mahasiswa.

Said juga mengaku belum bisa memastikan waktu pencairan. Tapi yang jelas pihak pemerintah akan menerima aspirasi dari mahasiswa. Khususnya terkait indikasi penyimpangan pada dana beasiswa 2015.

“Kita akan sampaikan hal ini kepada pihak inspektorat. Lalu inspektorat berkordinasi dengan BPK. Guna memastikan seperti apa dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan miskin,” ujarnya.

Lalu, Said mengklaim bahwa pihak pemerintah sangat transparan terhadap APBD. Bahkan ia tidak ragu menyerahkan indikasi penyimpangan ke ranah hukum.

“Kami pun tidak akan menutup mata. Bila terdapat kejanggalan pada alokasi dana beasiswa 2015,” tegasnya lagi.

Said mengaku pihak pemerintah sangat berhati-hati dalam mencairkan dana beasiswa. Bagi yang memenuhi kriteria, tentu akan diberikan langsung kepada penerimanya. Seperti tahun 2014, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi sudah dicairkan.

“Kami tetap beri perhatian untuk pendidikan. Terbukti pada APBD Murni 2016, Alokasi untuk dana pendidikan 26 persen,” bebernya.

R24/awa/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru