riau24 Gugat Ahok Rp100 Miliar, Yusri Akui Tak Punya Motif Ekonomi | Berita Riau
Jumat, 25 Mei 2018

Gugat Ahok Rp100 Miliar, Yusri Akui Tak Punya Motif Ekonomi

2
Yusri mengatakan hanya ingin Ahok minta maaf kepadanya. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Berita Riau -  Gugat Ahok Rp100 Miliar, Yusri Akui Tak Punya Motif Ekonomi
Jakarta, Riau24.com - Yusri Isnaeni, ibu rumah tangga asal Koja yang melaporkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Polda Metro Jaya dan menggugatnya Rp100 miliar, menyatakan tak ada motif ekonomi di balik gugatannya itu.

“Harga diri saya jangan disamakan dengan tuntutan Rp100 miliar itu. Intinya saya mau Ahok minta maaflah ke saya secara terbuka,” kata Yusri kepada CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan tak berniat memperbaiki kondisi ekonominya dengan menggugat Ahok Rp100 miliar. Ia hanya menggugat karena merasa Ahok mencemarkan nama baiknya. 

“Saya tidak bisa berandai-andai (jika gugatan dikabulkan). Saya tidak tahu bagaimana nanti. Kalau dikabulkan, ya itu Tuhan yang mengatur,” ujar Yusri.

Yusri yang tinggal di Jalan Mahoni, Koja, Jakarta Utara, bukan berasal dari keluarga berada. Untuk membiayai sekolah kedua anaknya, dia mengandalkan bantuan keluarga besar dan sedikit penghasilan dari kegiatannya di organisasi Gerakan Masyarakat Peduli Anti-Narkoba (Gemapana).


“Sedikit bantuan dari aktivitas saya di Gemapana itu lumayan untuk membiayai anak saya, soalnya saya ibu rumah tangga biasa dan sudah pisah dari suami,” kata Yusri.

Di Jakarta, Yusri tinggal di rumah neneknya bersama ibu, saudara, dan anak-anaknya.

Yusri menggugat Ahok –sapaan Basuki– karena sang Gubernur menyebutnya maling ketika dia sedang menyampaikan keluhannya soal layanan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Alih-alih mendapat penjelasan kenapa sistem KJP sering offline seperti yang ia alami saat hendak berbelanja seragam dan sepatu untuk anaknya, Yusri justru diancam dipenjarakan.

Saat berkunjung ke kediaman Yusri, wartawan CNNIndonesia.com Lalu Rahadian sempat melihat KJP, buku tabungan Bank DKI, dan nota pembelian perlengkapan sekolah. Yusri juga menunjukkan struk bukti penarikan uang KJP milik anak Yusri oleh calo Pasar Koja.


Oleh sebab Yusri menarik dana tunai dari KJP itulah ia dikatai Ahok maling, karena dana KJP tak dapat ditarik tunai. Namun, kata Yusri, ia menarik dana karena terpaksa, setelah sistem KJP di Pasar Koja offline selama lima hari berturut-turut sehingga ia tak bisa berbelanja perlengkapan sekolah untuk anaknya kecuali dana ditarik tunai.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Juliana Lim
Rabu, 04 April 2018 06:01 wib
Cukup anda menglike Facebook kami dan melakukan deposit minimal 50ribu Untuk cara selanjut nya juga, anda bisa kunjungi / hubungi kami di sini https://goo.gl/YDBXRg HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terimakasih atas perhatiannya
Nelivera
Jumat, 03 November 2017 21:33 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lm3HgNo.jpg
Nama :
Komentar :
     
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru