riau24 Keluarga Tolak Autopsi Jadi Hambatan Polisi Selidiki Dugaan Malpraktik Allya | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Keluarga Tolak Autopsi Jadi Hambatan Polisi Selidiki Dugaan Malpraktik Allya

1
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Berita Riau -  Keluarga Tolak Autopsi Jadi Hambatan Polisi Selidiki Dugaan Malpraktik Allya
Jakarta, Riau24.com- Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan malpraktik di Chiropractic First, Pondok Indah Mal, Jaksel yang mengakibatkan Allya Siska Nadya (33) meninggal dunia. Polisi mengalami kesulitan karena pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan malpraktik di Chiropractic First, Pondok Indah Mal, Jaksel yang mengakibatkan Allya Siska Nadya (33) meninggal dunia. Polisi mengalami kesulitan karena pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban.

"Sekarang untuk membuktikan adanya malpraktik itu kan harus ada visum, apalagi kalau sampai meninggal itu harus diautopsi. Persoalannya keluarga tidak mau korban diautopsi," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Krishna mengatakan, pihaknya menerima laporan korban pada 12 Agustus 2015 atau lima hari setelah kematian korban. Polisi telah memeriksa 11 saksi terkait kasus tersebut.

"Dan kami mendapatkan fakta yang menarik dari kasus ini. Namun problem utamanya untuk proses kasus ini berlanjut terhadap kasus dugaan malpraktik, kan harus autopsi dulu, sementara keluarga menolak. Ini yang jadi kesulitan kita," jelasnya lagi.

Meski demikian, polisi melakukan upaya lain yakni dengan memeriksa legalitas klinik tersebut terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan pihak Dinas Kesehatan DKI diketahui klinik tersebut tidak memiliki izin.

"Karena itu selain kasus malpraktiknya, kami menggulirkan kasus ini kepada kasus praktik pengobatan kesehatan tanpa izin. nanti baru kita cari fakta-fakta, tentang apa yang dilakukan terhadap korban," lanjutnya.

"Nah sekali lagi kesulitan utama mengetahui sebab-sebab kematian korban itu, tidak bisa dilakukan, karena ini (autopsi) alat bukti yang penting. Kami tegaskan bukan Polda Metro lambat, kami membutuhkan kooperatif dari pihak keluarga korban," tutupnya.





Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 03 November 2017 21:31 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lm3HgNo.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru