riau24 Ini Tantangan Kementrian Agama Rohul Hadapi MEA | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Ini Tantangan Kementrian Agama Rohul Hadapi MEA

0
Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul)
Berita Riau -  Ini Tantangan Kementrian Agama Rohul Hadapi MEA
Rohul, Riau24.com - Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean di 2016 merupakan langkah menjadikan negara-negara di kawasan ASEAN tidak memiliki sekat dalam perdagangan internasional artinya aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil serta aliran modal yang lebih bebas. 
 
Termasuk ikut didalam perdagangan bebas MEA adalah sektor industri halal indonesia. Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan menilai, MEA merupakan tantangan bagi pihaknya untuk membentengi masyarakat dari pengaruh negative pasar bebas.
 
"Pasar bebas kita anggap sebagai tantangan kita mencegah pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai agama dan budaya," tutur Ahmad Supardi saat dijumpai Riau24.com dikantornya, Kamis (7/1/2016).
 
Menurut Ahmad Supardi, di era pasar bebas pengaruh budaya luar seperti fashion, cara bergaul yang bebas dan pola kehidupan beragama akan semakin mudah merubah karakteristik masyarakat‎ Rohul yang Islami dan yang paling mengkhawatirkan masalah makanan, karena serbuan produk-produk dari luar ke Rohul yang tidak bisa kita uji kehalalannya.
 
"‎Tantangan kita bentengi masyarakat dari pengaruh budaya luar, seperti fashion, cara bergaul bebas, pola kehidupan beragama dan halalnya makanan," tegas Ahmad Supardi.
 
Ahmad Supardi berharap Pemerintah Daerah (Pemda) secepatnya memfasilitasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sarana dan prasana untuk menguji produk-produk yang masuk ke Rohul.
 
"Agar pemda berikan sarana dan prasarana kepada MUI untuk menguji produk yang masuk ke Rohul, halal atau tidak," ujar Ahmad Supardi.
 
Agar bisa bersaing di pasar bebas, Ahmad Supardi menghimbau pedagang muslim untuk merubah pola pikir dengan menerapkan ketentuan berdagang sesuai ajaran agama‎.
 
"‎Pedagang muslim agar unggul di pasar bebas agar kembali kepada ajaran agama‎, harga harus sesuai mutu dan maksimal keuntungan 20%," Jelasnya.

R24/awa/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru