riau24 Pejabat Pekanbaru 'Jamill' Harus Bertanggung Jawab pada Kasus Lemari Pakaian Wako | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Pejabat Pekanbaru 'Jamill' Harus Bertanggung Jawab pada Kasus Lemari Pakaian Wako

0
Berita Riau -  Pejabat Pekanbaru 'Jamill' Harus Bertanggung Jawab pada Kasus Lemari Pakaian Wako
Pekanbaru, Riau24.com - Masih ingat, masalah lemari pakaian di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako) H Pekanbaru Firdaus MT. Dimana pembelian dua unit lemari pakaian ini senilai Rp166 000.000 diterakan di APBD P 2014, diduga ada mark-up anggaran.
 
Sebab usut punya usut, diketahui pengadaan untuk dua unit lemari ini merupakan 'karya permainan' oknum pejabat dilingkung Pemko Pekanbaru yaitu M Jamil dengan modus pinjam perusahaan orang lain untuk dapatkan proyek. Yaitu memakai perusahaan CV Kenji.
 
Tetapi, hal pengadaan dua lemari pakaian di Rumdin Wako 'Firdaus' ttu tidak diketahui kontraktor yang pelaksana, dari paket pengadaan tersebut. "Nggak ada aku, orang itu (Muhammad Jamil) yang pakai bendera aku,” terang Direktur CV Kenji ini menjawab wartawan.
 
Nasrun mengatakan, dirinya tidak mengetahui, terkait adanya paket pengadaan lemari itu. Yang pasti, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) waktu itu M Jamil mau meminjam perusahaan CV Kenji. Namun hal pengakomodiran pada pertemuan itu, tidak tahu secara pasti.
 
"Hanya diberitahu memang dapat fee proyek yaitu 2,5 persen, yang dihitung daripada nilai pagu paket pekerjaan," terang Nasrun seraya tegaskan, dirinya hanya sekedar pinjamkan perusahaan, bukanlah sebagai pelaksana paket proyek pengadaan dua unit lemari.
 
Seperti dilansir media ini, bahwa dua unit lemari pakaian di Rumdin Wako Pekanbaru 'Firdaus' diduga ada mark-up. Maka diminta pada aparat penegak hukum bertindak melakukan pengusutan terhadap pengadaan dua unit lemari senilai Rp166 000.000 tersebut.
 
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Develoment (IMD), Raja Adnan minta aparat penegak hukum ini segera mengusut kasus dugaan selewengkan dana APBD-P tahun 2014 lalu. "Ini pengadaan diduga ada mark-up," ungkapnya.
 
Semahal-mahalnya lemari-lemari pun gak ada sampai Rp80 jutaan perunit. Apa, lemari pakai emas ? Raja Adnan menilai, harga lemari yang dibeli senilai Rp166 000.000 tersebut, tentunya sangat fantatis sekali. Maka, diduga ada potensi mark-up yang luar biasa.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru