riau24 Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air | Berita Riau
Sabtu, 26 Mei 2018

Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

1
Laptop memutar rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II yang menunjukkan oknum porter melakukan pembobolan tas penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 3 Januari 2016. ANTARA/Lucky R
Berita Riau -  Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air
Tangerang, Riau24.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengungkapkan terbongkarnya sindikat pembobol tas di bagasi pesawat maskapai Lion Air merupakan hasil kerja sama semua pihak terkait dengan Bandara Soekarno-Hatta. Pihak-pihak itu antara lain operator bandara, maskapai penerbangan, dan pihak kepolisian.

"Ini tindak lanjut dari keresahan pengguna jasa bandara yang kehilangan barang di bagasi selama ini,” ujar Budi, Rabu, 6 Januari 2016. Menurut Budi, banyaknya keluhan penumpang yang kehilangan barang di dalam bagasi mendorong PT Angkasa Pura II menginvestigasi internal dengan melibatkan pihak kepolisian.

Awalnya, kata dia, aparat bandara kesulitan mendeteksi aksi para sindikat ini. “Sampai akhirnya kami berhasil memetakan beberapa titik di area make up bandara rawan kehilangan,” katanya. Pada pertengahan November 2015, kamera CCTV bandara berhasil merekam aksi pembobolan tas yang dilakukan porter Lion Air.

Korban mereka ketika itu adalah penumpang pesawat Batik Air di Terminal I C Bandara Soekarno-Hatta. Hasil rekaman itu kemudian diserahkan ke Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta. “Kami langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Roycke Harry Langie.

Tak lama, polisi menangkap empat tersangka yang terdiri atas dua porter dan dua sekuriti maskapai Lion Air tersebut. Belakangan terungkap jika 12 dari 20 anggota regu porter Lion Air terlibat kasus pencurian dibantu dengan sekuriti maskapai. Polisi masih memburu belasan porter lainnya. 

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut Adi Kuncoro mengatakan kasus pembobolan bagasi yang marak di maskapai itu membuat jengah perusahaan. Dalam kasus yang diungkap polisi saat ini, Daniel memposisikan Lion Air sebagai korban. "Kami adalah korban dari kelompok oknum yang melakukan pencurian," katanya.

Kondisi tersebut, kata Daniel, telah lama dikeluhkan penumpang Lion Air yang melapor sering kehilangan dan kerusakan tas. Selama 2014, kata Daniel, tercatat 28 kasus pembobolan tas di semua penerbangan Lion Air Group, meliputi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. “Sebanyak 18 kasus di antaranya kami ungkap sendiri,” katanya.

Pengungkapan kasus itu, kata Daniel, dilatarbelakangi banyaknya laporan dan kecurigaan terhadap petugas porter yang membawa sejumlah barang ketika selesai bertugas. “Ada yang membawa 5-6 handphone, setelah kami telusuri ternyata barang itu memang bukan milik mereka,” katanya.

Adapun pada 2015, tercatat sedikitnya 15 kasus dugaan pembobolan tas yang terjadi di Lion Air Group. Karena itu, kata Daniel, maskapai meminta bantuan polisi untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Juliana Lim
Rabu, 04 April 2018 06:11 wib
Cukup anda menglike Facebook kami dan melakukan deposit minimal 50ribu Untuk cara selanjut nya juga, anda bisa kunjungi / hubungi kami di sini https://goo.gl/YDBXRg HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terimakasih atas perhatiannya
Nama :
Komentar :
     
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru