riau24 Daerah Terkena Banjir di Kuansing Belum Diketahui | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Banjir Kuansing

Daerah Terkena Banjir di Kuansing Belum Diketahui

0
Luapan sungai batang kuantan menyebabkan banjir
Berita Riau -  Daerah Terkena Banjir di Kuansing Belum Diketahui
Kuansing, Riau24.com - Luapan Sungai Batang Kuantan yang terjadi sejak Jumat (8/1/2016) pagi hingga siang, beberapa pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai batang kuantan terutama yang berada di dataran rendah serta areal persawahan menjadi ancaman, dimana sejumlah rumah warga dan areal persawahan terendam banjir.

Sebab kondisi debit air sungai batang Kuantan semakin tinggi, karena itu warga masyarakat diminta ekstra waspada, terutama anak-anak dan orang tua yang sering beraktifitas di pinggiran sungai. Bahkan yang menjadi ancaman juga bukan hanya pemukiman warga, akan tetapi juga
areal persawahan yang baru saja siap tanam dan bahkan sedang di tanam, maupun hewan ternak tidak luput terancam terkena banjir.

Dari pantauan dilapangan, beberapa rumah warga yang terkena banjir mulai dari Kecamatan Hulu Kuantan yakni Desa Lubuk Amabacang, Tanjung, Sungai Pinang, sungai alah. Sedangkan di Kuantan Mudik selalu menjadi langganan banjir yakni desa Muara Tombang, Kinali, Aur Duri, Sangau, Luai, banjar guntung dan kenegerian cengar mulai dimasuki air sungai Kuantan. Sementara di Kecamatan Gunung Toar beberapa desa yang berada di pinggiran sungai batang kuantan seperti desa seberang sungai, pulau mungkur, seberang gunung, petapahan dan pisang berebus.

Sedangkan di kuantan tengah juga menjadi langganan banjir kenegerian kopah, kenegerian kari, sawah, pulau aro, dan begitu juga beberapa daerah di kecamatan sentajo raya, benai, pangean, sampai ke cerenti. Begitu juga beberapa akses jalan telah mulai sulit dilalui karena terendam banjir, dan begitu juga alat penyeberangan seperti kompang yang berada di pebaun dan saik juga sudah tidak bisa menyeberang lagi.

Menurut Andi Subandi, warga desa Pebaun Hilir kecamatan Kuantan Mudik menyebutkan akses jalan menuju desa ini dari desa Seberang Pantai terputus, akibat air sudah melintas jalan didekat mau masuk desa Pebaun Hilir. sementara alat penyeberangan seperti kompang juga tidak bisa menyeberang karena kondisi air sangat dalam.

"Sudah tidak bisa dilewati kenderaan roda dua dan roda empat, kompang pun tak beroperasi, Mudah-mudahan cepat surut air agar aktifitas warga kembali normal," paparnya.

Anggota DPRD Kuansing, Andi Cahyadi dari fraksi Partai Golkar, yang turun langsung memantau kondisi masyarakat, mengakui sejumlah rumah sudah mulai terendam. bahkan beberapa rumah di desa Aur Duri dan Buki Kauman, sejumlah rumah warga juga sudah terendam banjir.

"Areal persawahan juga terendam, di padang Kinali," Sebutnya.

Terkait meluapnya sungai Kuantan di bagian hulu, Andi Cahyadi minta warga Kuansing yang bermukim di pinggiran sungai batang Kuantan dibagian hilir ekstra waspada.

"Pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa dan khususnya warga harus waspada, jangan biarkan anak-anak bermain dipinggiran sungai," ujarnya.

Bahkan dirinya meminta warga untuk tidak beraktifitas di sungai batang Kuantan seperti menyeberang dengan perahu, karena meluapnya air sungai Kuantan juga disertai hanyutnya kayu-kayu yang sangat besar yang membahayakan.

Sementara untuk areal persawahan, selain di padang Kinali, areal persawahan di kawasan Bunai perbatasan desa Sitorajo Kari kecamatan Kuantan Tengah dan desa Pisang Berebus kecamatan Gunung Toar juga terendam banjir. Begitu juga dengan areal persawahan di desa Koto Sentajo kecamatan Sentajo Raya. Petani harapkan banjir segera surut agar tanaman padi mereka tidak rusak.

Ketika dihubungi Posko banjir Kabupaten Kuantan Singingi di Teluk Kuantan, Menurut salah satu petugas yang juga staff di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Adia Mirtajaya, SP kepada wartawan menyebutkan, sampai sore ini belum ada masuk laporan
terkena banjir, baik rumah maupun lainnya.

"Kami sudah mendirikan posko banjir sejak pagi jum'at (8/1/2016) tadi dan sampai sore ini belum ada data masuk, berapa jumlah rumah, desa maupun kecamatan yang terkena banjir," Ujarnya.

R24/awa/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru