riau24 Ini Progres Pembangunan Tol Trans Sumatera | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Ini Progres Pembangunan Tol Trans Sumatera

0
Hingga 2019 nanti, Sumatera diperkirakan akan memiliki jalan tol baru sepanjang 191,6 kilometer.
Berita Riau -  Ini Progres Pembangunan Tol Trans Sumatera
Jakarta, Riau24.com – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 136,13 kilometer selama tahun 2016. Angka tersebut merupakan kombinasi dari pekerjaan pemerintah dan swasta.

Menurut data BPJT, pemerintah akan membangun 31 kilometer jalan tol, sementara swasta bertanggung jawab terhadap 105,13 kilometer. 

Rinciannya, pemerintah akan merealisasikan total 136,13 kilometer jalan tol itu di empat pulau, yakni 5 kilometer di Sumatera, 9,7 kilometer di Kalimantan, 3,5 kilometer di Sulawesi, dan 117,93 kilometer di Jawa.

Di Sumatera, pemerintah fokus pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Pada tahun ini, jalan tol yang dibangun adalah ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I sepanjang 5 kilometer. 

Hingga 2019 nanti, pemerintah merencanakan pembangunan jalan tol di Sumatera sepanjang 191,6 kilometer dengan rincian pemerintah membangun 17,8 kilometer dan swasta membangun 173,8 kilometer.

Jalan Tol Trans Sumatera dirancang sepanjang 504,59 kilometer dengan total investasi senilai Rp 56,417 triliun. 

Pemerintah bertanggung jawab penuh pada pembiayaan pembebasan lahan dengan total nilai Rp 3,712 triliun.

Sementara untuk biaya konstruksi sebesar Rp 35,591 triliun akan dibebankan kepada tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Hutama Karya (persero), PT Jasamarga Kualanamu Toll, dan PT Sriwijaya Markmore Persada.
Berikut ini daftar ruas jalan tol yang termasuk ke dalam Jalan Tol Trans Sumatera:

1. Ruas Medan-Binjai

Ruas Medan-Binjai didesain sepanjang 16,72 kilometer dan akan dibangun dalam tiga seksi. Pembangunan ruas ini ditangani oleh PT Hutama Karya (persero) dengan total investasi Rp 1,64 triliun.

Hingga saat ini pembebasan tanah untuk ruas Tol Medan-Binjai sudah 69,7 persen dengan progres konstruksi baru mencapai 2,814 persen. 

Biaya pembebasan lahan untuk ruas tol ini diperkirakan mencapai Rp 495 miliar, sementara biaya konstruksinya sebesar Rp 1,294 triliun.

Ruas Tol Medan-Binjai ditargetkan bisa beroperasi seluruhnya pada 2018.

2. Ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

PT Jasamarga Kualanamu Toll menjadi BUJT dari ruas tol sepanjang 61,7 kilometer. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun ruas tol ini adalah Rp 4,072 triliun dengan biaya tanah Rp 441 miliar dan biaya konstruksi sebesar Rp 1,759 triliun.

Saat ini pembebasan ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sudah mencapai angka 85,98 persen dan progres konstruksi 6,01 persen. 

Progres itu dipastikan akan naik tahun ini setelah BUJT menjadwalkan pembangunan Seksi I dari tiga seksi ruas tol ini sepanjang 5 kilometer. 

Sementara untuk Seksi II sepanjang 12,8 kilometer dan Seksi III sepanjang 43,9 kilometer akan dibangun pada 2017.

Pemerintah menargetkan ruas tol ini bisa beroperasi seluruhnya pada 2017.

3. Ruas Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai

Salah satu dari tiga ruas terpanjang di Jalan Tol Trans Sumatera adalah ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai sepanjang 135 kilometer. 

Biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan dan konstruksi masing-masing adalah Rp 974 miliar dan Rp 9,532 triliun.

PT Hutama Karya (persero) dipercaya menjadi BUJT dalam pembangunan ruas tol ini. Investasi yang ditanam senilai Rp 17,347 triliun.

Saat ini progres pembebasan lahan baru mencapai 17,57 persen dan progres konstruksi baru menyentuh angka 0,48 persen. Rencananya ruas tol ini akan bisa beroperasi seluruhnya pada 2019.

4. Ruas Tol Palembang-Indralaya

Ruas berikutnya adalah Tol Palembang-Indralaya dengan panjang 24,48 kilometer dan akan dibangun dalam tiga seksi. 

Progres ruas tol dengan biaya konstruksi Rp 2,631 triliun ini baru mencapai angka 3,86 persen atau sekitar 2,48 kilometer.

Sementara progres pembebasan lahan yang membutuhkan dana Rp 205 miliar sudah mencapai 60 persen lebih. 

PT Hutama Karya (persero) dipercaya untuk menjadi BUJT ruas tol yang rencananya akan beroperasi pada 2017. Mereka harus merogoh kocek Rp 3,301 triliun untuk merealisasikannya.

5. Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung

PT Sriwijaya Markmore Persada menjadi BUJT pembangunan ruas tol sepanjang 111,69 kilometer ini. 

Pelaksanaan pembangunan akan terdiri dari tiga seksi dengan total biaya konstruksi Rp 9,843 triliun.

Untuk pembebasan lahannya, dibutuhkan dana hingga Rp 450 miliar. Progres pembebasan lahannya saat ini sudah mencapai 100 persen dan pencanangannya sudah dilakukan pada 23 November 2015 silam. 

Ruas tol dengan total investasi Rp 14,435 triliun ini direncanakan bisa beroperasi seluruhnya pada 2017.

6. Ruas Tol Terbanggi Besar-Bakauheni

Pemerintah kembali menunjuk PT Hutama Karya sebagai BUJT pembangunan ruas tol terpanjang di Jalur Trans Sumatera. 

Ruas Tol Terbanggi Besar-Bakauheni sepanjang 155 kilometer ini akan dibangun dalam tiga seksi.

Total biaya konstruksi dan pembebasan lahan yang diperlukan dalam pembangunan ruas tol ini berturut-turut adalah Rp 12,220 triliun dan Rp 1,196 triliun.

Saat ini 16,47 persen lahan sudah berhasil dibebaskan sementara untuk konstruksinya sendiri baru mencapai 0,48 persen. Jika sesuai target, maka ruas tol ini mulai bisa digunakan pada 2019.

R24/rno

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru