riau24 Hobi Ekstrem Ini Hanya untuk Mereka yang Bernyali | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Hobi Ekstrem Ini Hanya untuk Mereka yang Bernyali

0
Gin Gin Ginanjar bersama Ceppy Chair Bekajaya mencetak sejarah baru atraksi "urban high line" di Indonesia pada Jumat (8/1/2016). Roderick Adrian Mozes & Fikria Hidayat/Kompas.com
Berita Riau -  Hobi Ekstrem Ini Hanya untuk Mereka yang Bernyali
Jakarta, Riau24.com - Bagaimana rasanya meniti seutas tali di antara dua gedung tinggi (urban highline) yang menjulang 60 meter dengan jarak 33,5 meter? 

Tanyakan kepada Ceppy Chair Bekajaya dan Gin Gin Ginanjar. Dua anak muda yang tergabung dalam komunitas Pushing Panda Bandung ini baru saja melakukannya. 

Bahkan, sebelum itu, mereka berhasil melintasi Sungai Cikapundung Bandung tanpa harus berenang, menjejaki Jembatan Kereta Api Cisomang Purwakarta setinggi 120 meter, dan berjalan di antara dua tebing Gunung Hawu Bandung. 

Seluruh kegiatan tersebut dilakukan berbekal webbing (tali pipih sebagai lintasan utama), climbing ropes (tali untuk memanjat), yang dilengkapi dengan anchor points.

"Ketakutan untuk jatuh tetap ada. Itu manusiawi. Tetapi kami harus melawan ketakutan itu dengan kesungguhan, dan fokus. Hasilnya, olahraga ekstrem ini ternyata bisa menyembuhkan 'penyakit' mental," tutur Ceppy kepada Kompas.com, usai mencetak prestasi menjadi orang pertama bersama Gin Gin Ginanjar berjalan di atas lintasan tipis 2,5 cm, Jumat (8/1/2016).
Ceppy, Gin Gin, dan 25 generasi mutakhir aktivis Pushing Panda lainnya tak sekadar bernyali besar. Mereka menjalaninya dengan penuh kesungguhan, fokus, tekun, dan giat berlatih untuk mencapai keseimbangan, meskipun urban highline hanya merupakan hobi. 

Pendiri komunitas Pushing Panda Bandung, Mulyana, menjelaskan, kalau hobi dilakukan dengan penuh hasrat dan kesungguhan, maka ia bukan lagi belaka kesenangan (pleasure).

"Kegiatan ini, khususnya urban highline, juga bisa memengaruhi kondisi emosional seseorang. Yang tadinya grasa-grusu, terburu-buru, egois, namun dengan menekuninya bisa menjadi lebih kalem, seimbang, tenang dan penuh perhitungan," papar Mulyana yang juga tergabung dalam Asosiasi Roof Access Indonesia. 

Konsentrasi


Mulyana melanjutkan, dalam meniti tali, dibutuhkan konsentrasi dan ketenangan tingkat tinggi.

Dengan melatih kedua kondisi utama tersebut, tantangan seberat apa pun seperti angin kencang, ketakutan akan ketinggian, atau perasaan gagal sebelum menaklukkan, akan menguap dengan sendirinya. 

"Saat awal meniti tali, kita dihadapkan pada pertarungan antara unsur positif dan negatif, antara bisa mencapai tujuan atau harus terjatuh dari ketinggian. Di sinilah konsentrasi, kesiapan mental, dan fisik diuji," beber Mulyana.
Arief Wicaksono, anggota Pushing Panda yang menekuni trickline menambahkan, untuk bisa sampai berdiri tegak di atas tali saja butuh waktu setidaknya tiga minggu latihan intensif. 

Apalagi bila punya keinginan untuk melakukan manuver dinamis dengan menggerakkan seluruh bagian tubuh dengan cepat seperti back bounce (menjatuhkan diri untuk kemudian bangkit kembali dengan cepat), backflip (membanting bagian belakang tubuh) atau pun buttflip perlu penyesuaian hingga 2,5 tahun.

"Jika semua dilakukan dengan benar, itu sangat fun," cetus Arief yang sempat berkali-kali mengalami patah tulang kering, atau engsel bahu bergeser. 

Urban highline  dan trickline merupakan salah dua dari sekian banyak genre slackline. Cabang lainnya adalah urban line, waterline, slackline yoga, free style slackline, dan windline.

"Seluruhnya bisa dilakukan di alam bebas, seperti perbukitan, pegunungan, taman kota, gedung tinggi, atau di antara dua pohon tinggi," kata Mulyana.


Atraksi pariwisata


Menurut Ceppy, olahraga ekstrem ini bisa menjadi atraksi pariwisata dalam lingkup perkotaan atau negara bila dikemas menarik. 

"Di Bangkok atau Kuala Lumpur saja, kegiatan urban highline atau pun trackline sudah menjadi atraksi pariwisata yang terintegrasi dengan destinasi-destinasi wisata ikonik macam Petronas Twin Towers atau ruang terbuka publik," imbuh Ceppy.

dokumen Ceppy Chair BekajayaAktivitas olahraga ekstrem highline di Gunung Hawu.
 
Sementara di Indonesia, kegiatan ini masih dilakukan dalam lingkup terbatas karena terbentur masalah birokrasi perizinan. 

"Üntuk menggelar atraksi trickline di lokasi-lokasi strategis perkotaan saja, harus minta izin keramaian kepada kepolisian atau untuk urban highline harus kulo nuwun kepada pemilik gedung," timpal Mulyana. 

Alhasil, aktivitas slackline di Indonesia baru berkembang di beberapa kota seperti Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Banjarmasin. 

Adapun torehan sejarah baru urban highline yang tercipta di apartemen Sentra Timur Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur, merupakan hasil kerjasama Kompas.com, komunitas Pushing Panda Bandung, dan SuperAdventure. 

Nantikan dan saksikan video kegiatan penciptaan rekor baru ini di situs www.superadventure.co.id

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru