riau24 Apa Beda Gunung Berapi di Bumi dan Pluto? | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Apa Beda Gunung Berapi di Bumi dan Pluto?

0
Foto pegunungan di Planet Pluto yang mengandung lapisan es. (CNN Indonesia/Reuters)
Berita Riau -  Apa Beda Gunung Berapi di Bumi dan Pluto?
Jakarta, Riau24.com - Tahun telah berganti, namun observasi pesawat robotika nirawak milik NASA, New Horizons ke Pluto masih terus berlanjut. Pesawat sebesar piano ini menemukan dua gunung berapi es yang puncaknya berlubang.

"Dari posisi strategis New Horizons, Wright Mons dan Piccard Mons sangat mirip dengan gunung berapi di Bumi jika dilihat dari orbit," ungkap salah satu anggota tim New Horizons, Amy Shira Teitel.
Ya, dua gunung berapi yang ditemukan New Horizons diberi nama Wright Mons dan Piccard Mons. Wright Mons memiliki ketinggian 3.960 meter, sedangkan ketinggian Piccard Mons mencapai 5.500 meter.

Seperti yang diungkapkan Teitel, dua gunung berapi di Pluto bisa dikatakan sangat mirip dengan di Bumi. Lantas kira-kira apa perbedaannya?

Tim peneliti New Horizons dari NASA mengaku terkejut karena Wright dan Piccard bukan gunung berapi biasa, namun juga mengandung es. Gunung berapi es biasanya disebut dengan istilah cryovolcano.

Malah, pada puncak kedua gunung berapi ini masing-masing memiliki lubang besar yang diyakini terbentuk ketika materi meletus dari bagian bawah. Hal ini menyebabkan puncak gunung menjadi runtuh.

Mengutip situs Space.com, pada bagian samping gunung Wright Mons dan Piccard Mons terdapat tekstur janggal yang menyerupai bukit kecil. Tim peneliti pun menganggap itu sebagai sisa dari arus vulkanis di masa lampau.

Hal paling menarik menurut Teitel adalah, gunung berapi di Bumi mengeluarkan batuan cair super panas dari ruang bawah permukaan magma apabila meletus.

"Sementara cryovolcano di Pluto saat meletus kemungkinan besar mengeluarkan lumpur mencair yang mengandung air es dan nitrogen beku, serta amonia atau metana," sambung Teitel.

Sayangnya New Horizons tidak menangkap momen saat Wright Mons atau Piccard Mons meletus. Penuturan Teitel tersebut diyakini masih sebatas hipotesis kuat.

Teitel juga menambahkan, aktivitas dari cryovolcano dipercaya bisa memberi petunjuk penting dalam pemahaman kondisi geologi dan evolusi atmosfer Pluto.

New Horizons berhasil melintas 12,5 ribu kilometer di atas permukaan Pluto dengan kecepatan 45 ribu kilometer per jam pada pertengahan Juli lalu. Jarak tersebut menjadi yang terdekat sejak New Horizons menjelajah ruang angkasa selama 9,5 tahun.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru