riau24 Terdaftar Jadi Ormas, Pemprov Jateng Kaji Kelompok Gafatar | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Terdaftar Jadi Ormas, Pemprov Jateng Kaji Kelompok Gafatar

0
Pemprov Jateng Kaji Kelompok Gafatar. (CNN Indonesia/Damar Sinuko).
Berita Riau -  Terdaftar Jadi Ormas, Pemprov Jateng Kaji Kelompok Gafatar
Jakarta, Riau24.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengkaji keberadaan Kelompok Gafatar yang disebut sebagai aliran sesat metamorfosa dari aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono pada Selasa (12/1/2016).

"Kita akan kaji lagi. Begitu terkait aliran sesat, akan kita bekukan dan tindak", ungkap Sri Puryono kepada Damar Sinuko dari CNN Indonesia.

Sri menambahkan jika saat ini Gafatar terdaftar sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang teregistrasi oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jateng, yang tidak ada kaitannya dengan kelompok agama dan aliran tertentu.

"Ya memang terdaftar, namun tidak terkait kelompok atau aliran apapun", tambah Sri.

Dari penelusuran CNN Indonesia, Gafatar terdaftar sebagai Ormas DPD Jawa Tengah melalui Surat Keterangan yang dikeluarkan Badan Kesbangpolinmas Jateng dengan Nomor 120/3315 tertanggal 7 November 2011.


Pada 2007 lalu, Kelompok Gafatar di Jateng memang sempat beranggotakan beberapa orang yang dulunya menjadi pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Salah satunya adalah Muhamad Jauhani, pimpinan Al Qiyadah di Jateng yang sempat berganti nama menjadi David Louis Barnabas. Setelah dinyatakan sesat dan dilarang Pemerintah, Jauhani akhirnya melakukan pertobatan di depan MUI Kota Semarang dan kembali menjadi Islam yang sebenarnya.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru