riau24 Kades Bagan Melibur Menolak Rapat, Warga Melapor Ke Camat | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kades Bagan Melibur Menolak Rapat, Warga Melapor Ke Camat

0
Terlihat masyarakat Bagan Melibur dan pihak DPRD Meranti tinjau tapal batas konsesi PT RAPP di Pulau Padang beberapa waktu lalu.
Berita Riau -  Kades Bagan Melibur Menolak Rapat, Warga Melapor Ke Camat
Meranti, Riau24.com - Masyarakat Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau merasa kecewa dengan sikap Kepala Desa (Kades) Bagan Melibur, Drs Komari. Dimana kekecewaan ini muncul akibat beberapa kali Kades menolak rapat desa yang diminta masyarakat untuk menanyakan kebijakan Kepala Desa dalam menyikapi oprasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di dalam wilayah Desa Bagan Melibur.

Sebagaimana yang dikatakan salah seoranh tokoh masyarakat Bagan Melibur, H Sarpani menyampaikan kepadan Riau24.com di Meranti, Selasa (12/1/2016). Dikatannya, permasalahan ini berawal dari adanya beberapa kali pertemuan antara pihak yang menyatakan mewakili masyarakat bertemu dengan pihak PT. RAPP.

Dan juga kaitanya dengan pembentukan TIM 9 yang di SK kan oleh Kepala Desa Bagan Melibur secara sepihak tanpa musyawarah bersama masyarakat. Pembentukan Tim 9 ini menurut Pihak Kepala Desa merupakan arahan dari Pemda Meranti dan RAPP namun dalam proses pembentukanya Kades Bagan Melibur tidak terlebih dahulu berkoordinasi bersama masyarakat melalui musyawarah yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan.

Kemudian, kekecewaan masyarakat memuncak ketika TIM 9 yang dibentuk dijadikan legitimasi oleh Pihak RAPP dalam menetapkan tata batas konsesi dan wilayah Desa Bagan Melibur yang tidak sesuai dengan substansi SK Revisi nomor 180/Menhut-II/2013 atas izin IUPHHK-HTI PT. RAPP yang mengeluarkan wilayah Desa Bagan Melibur dari areal konsesi PT. RAPP, bebernya.

Pertemuan antara PT. RAPP dengan perwakilan masyarakat kembali terjadi pada tanggal 04 Januari 2016 kemarin. Namun kembali lagi masyarakat Desa Bagan Melibur merasa kecewa karena pertemuan tersebut tidak terlebih dahulu di musyawarahkan di desa, ungkap H. Sarpani.

Hal yang sama juga dikatakan salah seorang masyarakat Desa Bagan Melibur, Suparwan menyampaikan, kita menyikapi pertemuan tersebut masyarakat Desa Bagan Melibur atas inisiatif tokoh masyarakat, aparat desa dan masyarakat umum mengadakan rapat pada tanggal 05 Januari 2016. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan masyarakat untuk tetap menolak keberadaan PT. RAPP, tawaran tanaman kehidupan, tata batas dan keberadaan TIM apapun yang dibentuk untuk kepentingan RAPP.

Dari hasil musyawarah itu masyarakat menganggap penting untuk meminta Kepala Desa Bagan Melibur agar memfasilitasi rapat desa untuk meminta penjelasan dari Kepala Desa dan masyarakat yang bertemu dengan pihak PT. RAPP secara langsung, tegasnya.

Sehingga pada tanggal 05 Januari 2016 pada pukul 10.35 wib beberapa tokoh, BPD, LKMD dan pemuda menemui Kepala Desa di Kantor Kepala Desa Bagan Melibur di Jl. Utama Simpang 5 Desa Bagan Melibur. Dalam pertemuan itu masyarakat meminta di fasilitasi rapat desa dan Kepala Desa menjelaskan tentang rapat tersebut akan dipertimbangkan. Namun pada Tanggal 08 Januari 2016 Kepala Desa di Masjid Sirojul Huda Sebelum sholat Jumat menyampaikan bahwa rapat yang diminta masyarakat belum bisa diakomodir.

Sementara itu, Sumarjan warga Bagan Melibur mengatakan "Menyikapi hal tersebut, pada hari Senin, 11 Januari 2016. Warga Bagan Melibur, LPMD, BPD dan Pemuda menemui Camat Merbau Wan Abdul Malik, S.Pd.i di Kantor Camat Merbau Jl. Yos Sudarso Teluk Belitung. Dalam pertemuan tersebut masyarakat menyampaikan keluhan-keluhan masalah yang terjadi di Desa Bagan Melibur, dan masyarakat berharap Camat Merbau bisa memfasilitasi dan berkordinasi dengan Kepala Desa Bagan Melibur agar mengakomodir keinginan masyarakat".

Dengan ini, masyarakat berharap pemerintah bisa memfasilitasi dalam penyelesaian konflik masyarakat dengan PT. RAPP dan berharap agar masalah ini segera terselesaikan agar konflik tidak melebar menjadi persoalan antar masyarakat, ungkap Sumarjan.
 
R24/awa/ndi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru