riau24 Polri: Gafatar Tersebar Hampir di Seluruh Indonesia | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Polri: Gafatar Tersebar Hampir di Seluruh Indonesia

0
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dilarang MUI hendak menyatukan semua agama dan mempermudah ritual agama. (ANTARA/Andreas Fitri)
Berita Riau -  Polri: Gafatar Tersebar Hampir di Seluruh Indonesia
Jakarta, Riau24.com - Kepolisian RI terus mendeteksi persebaran organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diduga berada di balik hilangnya sejumlah orang, termasuk dokter Rica Tri Handayani yang kini telah ditemukan dan dijemput tim Polda DIY dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyatakan Gafatar telah menyebar hampir di seluruh Indonesia. “Bahkan sudah sampai ke Ambon. Kami masih deteksi di mana saja,” kata Anton di Jakarta.

Anton belum bisa memastikan wilayah persebaran Gafatar. Saat ini polisi tengah mendalami titik persebaran organisasi itu dan siapa saja tokoh-tokohnya.

Gafatar disebut polisi sebagai sempalan organisasi pimpinan Ahmad Musadeq, orang yang mengaku nabi baru setelah Nabi Muhammad. Musadeq merekrut pengikut dan mengajarkan ajaran yang dinilai menyimpang, termasuk dalam tata cara beribadah.

Gafatar telah dinyatakan Polri sebagai organisasi terlarang. Demikian pula dengan Majelis Ulama Indonesia yang menilai Gafatar sebagai aliran sesat.


Ajaran Gafatar yang dinilai menyimpang salah satunya yaitu muslim tidak perlu salat dan puasa. Bagi mereka, yang terpenting adalah berbuat baik kepada sesama. Oleh sebab itu aktivitas Gafatar lebih banyak bersifat sosial dan kegiatan amal. 

"Intinya mereka ingin menciptakan sebuah peradaban baru yang berdasarkan kasih sayang, perdamaian, dan antikekerasan. Ini kedok," ujar Anton.

Gafatar pun berusaha menyatukan semua agama dan mempermudah ritual ibadah. Anton berkata, di zaman yang serba instan ini, praktik seperti itu dianggap menarik oleh orang-orang yang tidak ingin rumit.

"Ini salah satu gerakan yang mengatasnamakan agama tapi tidak sesuai dengan syariat agama. Saya kira berbahaya dan karena itu juga dilarang MUI," ucap Anton.

Salah satu anggota Gafatar saat ini ada yang sedang menjalani proses hukum di pengadilan Sulawesi Tenggara. 


Sementara dokter Rica bersama anak balitanya kini dalam kondisi sehat. Namun Rica belum bisa memberikan keterangan kepada polisi. Ucapannya kerap berubah dan bertolak belakang dengan fakta lapangan. Ia pun sering melamun dan menatap kosong sehingga polisi akan melakukan pemeriksaan psikologis atasnya.

Rica dinyatakan hilang sejak 30 Desember 2015. Dia tidak berpamitan kepada suami, namun meninggalkan sepucuk surat. Dalam surat itu, Rica minta izin pamit untuk berjuang melaksanakan perintah Tuhan. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam