riau24 PWI Meranti Boikot Berita Kapolsek Tebingtinggi Barat | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

PWI Meranti Boikot Berita Kapolsek Tebingtinggi Barat

0
Suasana rapat Pengurus PWI Meranti pada Selasa malam (12/1/2016) di kantor PWI jalan Dorak Selatpanjang.
Berita Riau -  PWI Meranti Boikot Berita Kapolsek Tebingtinggi Barat
Meranti, Riau24.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti telah membuat keputusan untuk memboikot pemberitaan dari Kapolsek Tebingtinggi Barat yang kini dijabat oleh Ipda Asril. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat, Selasa (12/1/2016) malam, setelah melihat sikap arogan sang Kapolsek terhadap beberapa orang wartawan yang juga anggota PWI Meranti.

"Ini keputusan rapat dan semuanya sepakat untuk melakukan aksi boikot terhadap berita-berita dari Polsek Tebingtinggi Barat yang masih berstatus Polsek Persiapan. Kalau sama wartawan saja begitu bagaimana mau melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," kata Ketua PWI Meranti, Ahmad Yuliar, SIKom kepada Riau24.com di Selatpanjang, Rabu (13/1/2016).

Selain melakukan aksi boikot, kata Ahmad, pengurus PWI juga akan menemui Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi untuk memberikan penjelasan agar tidak salah dalam memahaminya. Sebab, pemboikotan dilakukan bukan atas dasar kebencian, melainkan upaya memberikan pembelajaran agar tidak tidak sesuka hati berbuat ketika dipercaya menjadi seorang pimpinan. Apalagi setiap anggota Polri berkewajiban melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat seperti terukir pada semboyannya.

Dalam rapat yang berlangsung di Kantor PWI Jalan Dorak, Selatpanjang Timur, Selasa malam tersebut terungkap bahwa Ipda Asril dengan sengaja ingin memutus hubungan antara wartawan dengan Polri yang telah lama bermitra. Kenapa tidak, selain memutus kontan BBM yang biasa dilakukan saat berkomunikasi, dia juga melontarkan kata-kata kotor kepada wartawan.

Peristiwa itu terjadi pada Ali Imran, salah seorang wartawan harian yang bertugas di Kepulauan Meranti, beberapa hari lalu. Menurut Ali, saat itu ia terpaksa mengikuti rekannya Guruh, juga wartawan harian, menemui Asril. Sebab, hari itu mereka berboncengan dengan sepeda motor. "Setelah selesai salat di masjid, tiba-tiba Asril seperti terkejut melihat saya dan berkata "Eh...ada Metro Riau juga, padahal aku cuma ngundang Tribun. Macam nak muntah aku lihatnya," ucap Ali mengulangi kata-kata tajam yang dilontarkan Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril kepadanya.

Meski tersinggung, Ali tetap diam. Rasa malu dan kesal harus ia tahan, karena untuk pergi pun dari pertemuan tersebut ia tidak punya kendaraan dan harus menunggu Guruh. Sementara Guruh yang memang mendapat jemputan terlihat begitu asyik mengobrol dengan Ipda Asril.

"Biasanya tidak masalah, karena yang kita beritakan juga keberhasilan dia. Tapi sejak kejadian kemarin, dia seakan dendam dengan saya karena pernah memberikankan dia waktu itu," sebut Ali.

Diduga perlakuan tidak baik itu dilakukan Ipda Asril karena sakit hati dengan sejumlah anggota PWI yang ikut membela Khairul, korban salah tangkap yang sempat menerima perlakuan tidak baik dari Ipda Asril dan anggotanya, saat pengungkapan kasus pencurian dan pembongkaran rumah, akhir 2015 lalu. Rasa sakit hati itu juga yang diduga membuat Ipda Asril ingin memutuskan hubungannya dengan sejumlah awak media yang dia benci dan tetap butuh pada wartawan yang ia anggap penurut.
 
R24/awa/ndi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru