riau24 Freeport Tak Mau Komentar soal Berakhirnya Tenggat Waktu Divestasi | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Freeport Tak Mau Komentar soal Berakhirnya Tenggat Waktu Divestasi

0
Tambang Freeport di Papua. ANTARA / Puspa Perwitasari.
Berita Riau -  Freeport Tak Mau Komentar soal Berakhirnya Tenggat Waktu Divestasi
Jakarta, Riau24.com - PT Freeport Indonesia (PT FI) menyatakan belum bisa berkomentar banyak terkait kewajiban divestasi perusahaan tambang yang mencapai tenggang waktu 14 Januari 2016.

"Freeport belum bisa komentari soal divestasi," kata Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama, saat dihubungi Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang dinyatakan Freeport wajib mengajukan sisa penawaran sahamnya yakni sebesar 10,64 persen terhitung sejak 14 Oktober 2015 hingga 90 hari kedepan.

Artinya, batas waktu penawaran saham tersebut akan berakhir besok 14 Januari 2016. Namun, belum terlihat ada ancang-ancang pihak Freeport untuk menawarkan saham tersebut.

Dalam PP tersebut juga dijelaskan ada tiga kategori divestasi. Pertama jika perusahaan modal asing hanya melakukan kegiatan pertambangan dan pengolahan maka, perusahaan tersebut wajib menawarkan sahamnya sebanyak 51 persen.

Kedua, jika perusahaan modal asing melakukan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian, maka harus divestasi sebesar 40 persen. Ketiga, kalau perusahaan modal asing tersebut melakukan kegiatan tambang bawah tanah atau underground mining, maka harus divestasi sebesar 30 persen.

Poin ketiga ini lah yang harus dipenuhi PT Freeport Indonesia sampai tahun 2019. Riza pun mengatakan, Freeport Indonesia tetap akan berkomitmen untuk melakukan divestasi sebesar angka tersebut.

"Komitmen divestasi kami sampai 30 persen di 2019," tambah dia.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak akan memperpanjang tenggat waktu yang diberikan PT Freeport Indonesia (PT FI) untuk kewajibannya melepas sahamnya sebesar 10,64 persen paling lambat besok 14 Januari 2016.

"Ya akan kita lihat besok (apakah Freepot akan menawarkan sahamnya). Tidak akan beri jeda waktu lagi," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru