riau24 Pengklasifikasian SIM C untuk Hadapi Perkembangan Teknologi | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Pengklasifikasian SIM C untuk Hadapi Perkembangan Teknologi

0
Untuk mengendarai motor-motor berkapasitas mesin besar, akan diaplikasikan SIM C dan masih butuh waktu. MTVN/Ahmad Garuda
Berita Riau -  Pengklasifikasian SIM C untuk Hadapi Perkembangan Teknologi
Jakarta, Riau24.com - Korps Lalu Lintas Polri tengah membahas pengklasifikasian SIM C berdasarkan kapasitas mesin kendaraan bermotor roda dua. Hal ini dilakukan guna menghadapi teknologi kendaraan yang makin canggih.

"Teknologi otomotif berkembang, sekarang saja motor ada yang sampai 1.800cc," kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono di kantornya, jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (11/1/2016).

Menurut dia, untuk mengendarai sepeda motor dengan cc besar ini, perlu kemampuan yang lebih. Alhasil, kata dia, risiko kecelakaan bisa dikurangi.
"Kalau motor biasa, contohnya kalau kita membelokkan setangnya, langsung belok. Kalau motor besar tidak, tubuhnya juga harus digerakkan," jelas dia.

Kini, Korlantas pun masih membahas wacana pengklasifikasian SIM C ini secara internal. Nantinya mereka akan mengundang para pemangku kepentingan, salah satunya, Ikatan Motor Indonesia.

Pembagian SIM dalam tiga kelompok diperkirakan baru terjadi pada 2017. Pasalnya, Korlantas masih harus merevisi Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM hingga pengadaan fasilitas untuk uji SIM kendaraan berkapasitas mesin besar.

Sebelumnya, beredar kabar Korlantas akan membagi SIM C menjadi tiga kelompok. SIM C nantinya hanya berlaku untuk motor dengan kapasitas mesin di bawah 250cc, SIM C1 untuk 251cc sampai 500cc dan SIM C2 untuk di atas 501cc.

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru