riau24 Sakit Hati, Paman Kandung Bunuh Ponakan | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Sakit Hati, Paman Kandung Bunuh Ponakan

0
Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi
Berita Riau -  Sakit Hati, Paman Kandung Bunuh Ponakan

Kuansing, Riau24.Com - Jajaran Polres Kabupaten Kuantan Singingi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan seorang bocah, Nuri (3,5), yang sempat hilang selama satu malam, namun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dengan kondisi mengenaskan. Saat ditemukan ditubuh bocah malang tersebut ditemukan sejumlah tusukan di bagian leher sebanyak tiga liang (leher kanan, kiri dan tengah) dan perut yang terkena bagian usus dengan bersimbah darah, akibat tusukan senjata
tajam yang dilakukan oleh pelaku arif (21) yang juga paman kandung korban sendiri.

Kapolres kabupaten Kuantan Singingi, AKBP Edy Sumardhi, S.Ik kepada wartawan dalam jumpa pers yang didampingi Wakapolres Kompol Maryono, dan Kasat Reskrim AKP Imron, Kamis (13/1) di Mapolres, menyebutkan kalau korban yang hilang dalam satu hari pada tanggal 6 januari lalu
telah ditemukan di desa sungai pinang kecamatan Hulu kuantan. Dimana korban merupakan anak Ahmad Bakri, tersebut telah ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak keluarga, masyarakat dan pihak kepolisian yang melakukan pencarian dengan bercak-bercak darah di
tubuh korban dan bahkan celana dalam korban.

Kronologisnya, kata Kapolres, sehari sebelumnya, orang tua korban pada hari Rabu (6/1) sekira pukul 19.00 WIB berangkat dari kediaman perumahan Sungai Pinang kebun Sensui di desa Serosah kecamatan Hulu Kuantan ke kantor  untuk mengambil gaji. “ Jarak antara perumahan dan kantor sekitar 20 meter, saat itu korban ditinggal orang tua bersama kakeknya, Sulaiman, orang tua korban merupakan karyawan kebun Sensui di desa Serosah di perumahan Sungai Pinang,” Paparnya.

Kemudian, sekira pukul 20.00 WIB, ayah korban kembali ke rumah dan tidak lagi melihat sang anak berada dirumah. Saat itu ayah korban sempat menanyakan keberadaan korban pada sang istri, dan sempat pula mencari tahu ke tetangga terdekat , namun tidak  ditemukan,:Ujarnya.

Karena tidak juga ditemukan, ayah korban Ahmad bakri melapor ke Polisi ke polsek hulu kuantan bersama masyarakat, dan bersama kasat reskrim dan bersama-sama tim identifikasi sat reskrim untuk menuju ke TKP, dan ditemukan ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan kondisi luka
tusukan tiga buah di bagian leher (kanan, kiri dan tengah) serta kemaluan korban mengeluarkan darah yang di duga akibat benda tumpul, yang akhirnya korban dilakukan visum di RSUD Teluk Kuantan.

Setelah acara pemakaman, kasat reskrim melakukan pemeriksaan 12 orang saksi mulai dari orang tua korban (ahmad bakri dan sulastri), paman korban (arif) dan manager kebun (Tarigan), menyebutkan bahwa setelah mengambil gaji ibu korban (sulastri) mencari korban sudah tidak berada di ruang nonton dan memberitahukan kepada suami dan karyawan. Namun saat itu paman korban memberitahukan kepada orang tua korban bahwa ada sms masuk bahwa " kebun kami rusak akibat sapi anda,", ujarnya.

Akhirnya tim Identifikasi Polres melakukan pelacakan terhadap no handphone tersebut, yang berada di tanah datar sumatera barat, maka pada minggu (10/1) berhasil menermukan pemilik no handphone tersebut, berinisial bambang, akan tetapi setelah diinterogasi dan dilakukan cross chek ke orang tua, kepala desa dan sekolah tempat bersekolah, ternyata tidak ditemukan.


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru