riau24 Mobil Terbalik di Jalan Hang Tuah Sungai Raya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Mobil Terbalik di Jalan Hang Tuah Sungai Raya

0
Satu unit mobil cold diesel Nomor Polisi BM 9039 BU bermuatan buah sawit terbalik, membuat jalan macet, Jumat (15/1/2016).
Berita Riau -  Mobil Terbalik di Jalan Hang Tuah Sungai Raya

Inhu, Riau24.com - Sudah banyak terjadi kecelakaan yang diakibatkan pembiaran jalan berlubang dan rusak di Indragiri Hulu (Inhu). Warga sebagai pengguna jalan sering menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang atau rusak. Terutama  di sepanjang jalan Rengat-Bagan Jaya (Inhu-Inhil).

Pada Jumat siang (15/1/2016) terjadi kecelakaan bertepat di jalan Hang Tuah di desa Sungai Raya Kecamatan Rengat (Inhu). Satu unit mobil cold diesel Nomor Polisi BM 9039 BU bermuatan buah sawit terbalik, membuat jalan macet.

Ketua LSM BPK-PL Inhu, Yoveldi mengatakan terkait hal tersebut bahwa Undang-undang lalu-lintas UU No.22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, pasal UU bahwa setiap pengguna jalan raya negara, provinsi, kabupaten/kota bisa menuntut pemerintah untuk mengganti rugi atas kecelakaan yang dialami oleh setiap warga Negara Indonesiai.

UU No.22/2009 :

a. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

b. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan Angkutan Jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.

Pasal yang memberi peluang pengguna jalan untuk bisa menuntut kepada pemerintah sebagai penyelenggara jalan sesuai UU No.22/2009, berbunyi :

Pasal 24 (1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. (2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Yoveldi menjelaskan, tuntutan pengguna jalan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang UU LLAJ. Kecelakaan yang disebabkan jalan yang tidak layak bisa menjerat penyelenggara jalan tersebut dengan tuntutan pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp120 juta.

Pihak yang paling bertanggungjawab atas segala kemungkinan kecelakaan dan kerugian masyarakat “yakni Menteri PU, Gubernur, Bupati/Walikota.

Sebut Yoveldi, jalan Rengat-Bagan Jaya adalah jalan Nasional, salah satu termasuk di dalamnya jalan Hang Tuah maka yang dituntut adalah Pembangunan Jalan Nasional Wilayah II yang berpusat di Padang dan cabangnya di Pekanbaru,” kata Yoveldi.

Sementara PPK Jalan Nasional Wilayah II, Akmaludin, ST dihubungi karna sudah tidak kelihatan lagi di Mess PU di Simpang Lima Rengat.

R24/red/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru