riau24 Fahri Dianggap Tidak Pantas Urusi Pengamanan di DPR | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Fahri Dianggap Tidak Pantas Urusi Pengamanan di DPR

0
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (ANT/Akbar Nugroho Gumay)
Berita Riau -  Fahri Dianggap Tidak Pantas Urusi Pengamanan di DPR
Jakarta, Riau24.com - Aksi Wakil Ketua DPR Fraksi PKS Fahri Hamzah yang menolak penggeledahan penyidik KPK di ruang Fraksi PKS, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Jumat 15 Januari, disebut aksi pahlawan kesiangan. Fahri diimbau, untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pengamanan dalam (Pamdal) DPR. Bukan dengan menyerang langsung penyidik KPK. 

"Saya melihatnya justru tidak pantas pimpinan DPR turun tangan mengurusi hal teknis, soal pantas tidak pantas Brimob membawa senjata laras panjang ke DPR. Haruskah itu diurus Fahri, selaku pimpinan DPR. Itu kan urusan pamdal, tentu itu urusan pamdal," jelas Peneliti Senior Formappi Lucius Karus, kepadaMetrotvnews.com, Sabtu (16/1/2016). 

Lucius mengatakan, penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang Fraksi DPR sudah melewati prosedur. Dengan mendapat izin dari pihak pamdal dan MKD, untuk lakukan penggeledahan. Seharusnya, menurut Lucius, Fahri melakukan koordinasi ke pihak dalam. Bukan bersikap seperti pamdal. 

"Penyidik KPK sudah dengan pakaian lengkap, dan mengaku telah melewati prosedur yang dilalui penyidik KPK  ketika berurusan dengan DPR. Mestinya yang dilakukan Fahri bukan ke penyidik, tapi koordinasi dengan bagian dalam DPR mencek keabsahan penyidik untuk melakukan penyelidikan," bebernya. 

Aksi Fahri dianggap sebagai aksi pahlawan kesianga, karena muncul tiba-tiba. Sebelumnya, penyidik KPK sudah sering menggeledah gedung DPR. 

"Tindakan penggeladahan bukan kali pertama. kalau Fahri baru muncul saat ini, bak pahlawan kesiangan. Kemana Fahri pada penggeledahan sebelumnya," kata dia. 

Seperti diketahui, Fahri dan anggota Fraksi PKS Nasir Djamil sempat cekcok dengan penyidik KPK sebelum menggeledah ruang kerja anggota Fraksi PKS Yudi Widiana. 

Sebelumnya penyidik KPK menggeledah ruang kerja anggota Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti, dan anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan suap Damayanti, untuk mengamankan proyek insfrastruktur di Ambon oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016. Saat penggeledahan, penyidik KPK dikawal anggota Brimob bersenjata lengkap. 

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam