riau24 Diterjang Air Sungai Kampar, Kabupaten Kampar Dilanda Banjir | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Diterjang Air Sungai Kampar, Kabupaten Kampar Dilanda Banjir

0
Berita Riau -  Diterjang Air Sungai Kampar, Kabupaten Kampar Dilanda Banjir

Kampar, Riau24.com - Dampak dibukanya pintu air Waduk PLTA Koto Panjang pada hari Jum'at (15/01/2016) kemarin menyebabkan air sungai Kampar meluap sehingga menyebabkan aktifitas warga yang bermukim di pinggir sungai Kampar terkena dampaknya.

Mulai pada hari Sabtu (16/01/2016) hingga Minggu (17/01/2016) siang, banjir masih melanda sejumlah Kecamatan mulai dari Kecamatan Kuok sampai ke Tambang. Air sungai Kampar ini menyebabkan rumah warga, kebun, jalan, sekolah bahkan lebih tragis lagi petani kerambah terkena dampak lebih parah.

Petani keramba terpaksa harus merelakan ikan yang berada di keramba hilang karena begitu derasnya terjangan air sungai Kampar. Bahkan dampak dari itu diperkirakan puluhan keramba hanyut dan petani menderita kerugian mencapai miliaran.

Pintu air Waduk PLTA Koto Panjang terpaksa dibuka akibat tingginya curah di wilayah hulu sungai dan wilayah perbatasan dengan Sumatera Barat serta wilayah Kabupaten Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono melalui Paur Humas Ipda Deni Yusra kepada wartawan, Minggu (17/01/2016) di Bangkinang Kota, menyampaikan bahwa pihak Kepolisian dari Polsek Kampar masih terus melakukan monitoring dan kordinasi dengan pihak terkait guna membantu warga yang terkena musibah banjir.

"Selain itu, aparat Kepolisian juga melakukan himbauan kepada warga untuk waspada terhadap meningkatnya ketinggian air. Hingga saat ini warga masih bertahan dirumahnya masing masing karena air yang memasuki rumah warga masih rendah sehingga rumahnya masih bisa difungsikan," ujarnya.

Warga berharap banjir segera surut sehingga tidak perlu mengungsi, namun demikian bantuan dari Pemerintah juga sangat diharapkan terutama bahan makanan karena banyak warga yang rumahnya tergenang air tidak dapat memasak.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atas peristiwa ini dan diharapkan bantuan dari instansi terkait kepada desa yang terkena dampak banjir tersebut.

Dari Berdasarkan pantauan langsung dilapangan serta informasi dari aparat desa terkait kepada pihak Kepolisian, diketahui beberapa wilayah desa yang terendam banjir sebanyak 6 desa terdiri dari :

1.Desa Rumbio dengan ketinggian air sekitar 60 cm yang menggenangi 90 rumah, jalan penghubung desa, beberapa sekolah dan Masjid serta perkebunan masyarakat.

2.Desa Pulau Sarak dengan ketinggian air sekitar 70 cm, sekitar 20 rumah dan beberapa fasilitas umum serta sebagian jalan desa dan perkebunan masyarakat ikut terendam banjir.

3.Desa Simpang Kubu dengan ketinggian air sekitar 1 meter dan telah menggenangi 200 rumah dan beberapa fasilitas umum serta jalan desa. Selain itu banjir di desa ini juga menggenangi satu sekolah TK dan sebagian areal perkebunan masyarakat.

4.Kelurahan Air Tiris dengan ketinggian air 55 cm dan juga menggenangi 50 rumah, namun akses jalan serta fasilitas umum masih bisa digunakan.

5.Desa Pulau Payung dengan ketinggian air sekitar 50 cm yang telah menggenangi 112 rumah. Sebagian jalan penghubung desa juga ikut terendam banjir, selain itu banjir juga telah menggenangi sebuah Masjid dan sebuah Mushalla serta satu Sekolah Dasar dan juga sebagian areal perkebunan milik warga.

6.Desa Alam Panjang dengan keringgian air 65 cm, air juga telah memasuki 130 rumah. Di desa ini juga ada bagian jalan yang terputus akibat terendam banjir, selain itu beberapa sekolah dan areal perkebunan warga juga ikut terendam banjir.

R24/red/rif

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru