riau24 Sudah Saatnya Koruptor Dihukum Mati | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Sudah Saatnya Koruptor Dihukum Mati

0
Berita Riau -  Sudah Saatnya Koruptor Dihukum Mati

Inhu, Riau24.com - Undang-undang RI No.30/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi BAB II Tindak Pidana Korupsi,

Pasal 2

(1)       Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2).       Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu pidana mati dapat dijatuhkan.

Pasal 3

Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Pasal 4

Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3. 

Apa bila semua oknum pejabat yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam kelompok mantan Bupati Inhu memang betul-betul diadili dan dihukum sesuai dengan hokum yang berlaku di Republik ini tentu bukan hanya sendirian mantan Bupati Inhu Thamsir Rachman yang diadili dan dipenjara. 

Beliau, Drs. HR. Thamsir Rachman sang mantan Bupati Inhu, Riau  sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru dalam kasus Kas Bon kelompok mantan Bupati Inhu APBD Inhu Rp45,925,251,370.00 dari jumlah Rp Rp 116 Miliar. 

Dalam kelompok mantan Bupati Thamsir, tercatat Kabon yang terbesar diantaranya Kas Bon Nurhadi Rp22,830,601,370.00, Junaidi Rahmat, Armansyah Rp2,000,000,000.00, 1,500,000,000.00 Sementara uang Kas Bon tersebut baru dikembalikan ke Kas Daerah berdasarkan data APBD Inhu per Agustus 2014 hanya Rp500 juta dari total Kas Bon kelompok mantan Bupati Thamsir  Rp45,925,251,370.00 

Mantan Bupati Inhu, Drs. HR. Thamsir Rachman sudah ditahan, public bertanya bagaimana dengan nasib Nurhadi cs, kapan dipenjarakan ? demikian ungkap B. Salim coordinator LSM GPAK (Gerakan Pemuda Anti Korupsi)

Belum adanya kepastian hokum, LSM GPAK berencana akan melaporkan ke Komisi  Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (KPK) di Jakarta

Ketika Bupati Inhu, Yopi-Harman, Nurhadi non job di Bagian Umum Setda Inhu, Namun diantara mereka ada yang dipercaya sampai sekarang menjabat eselon II diantaranya Junaidi Rahmat (Kepala Bappeda dan Litbang Inhu), dan Armansyah Kepala Disporabudsata B. Salim mengharapkan bahwa mereka itu semua harus diadili dan dipenjarakan.

"mengapa sampai saat ini hanya sendirian Thamsir saja yang diadili dan dipenjara yakni Thamsir malah mereka-mereka yang ikut terlibat harus diadili dan dihukum," pintanya.

Ia menghimbau kepada Bupati Inhu,  agar jabatan eselon II Pemkab Inhu diberikan kepada pejabat yang tidak berkasus.

Masih banyak Pejabat di Inhu ini yang mampu dan bersih, “bagaimana Inhu bias maju kalau pejabat terasnya yang menjabat eselon II ada yang berkasus seperti kasus Kas Bon kelompok mantan Bupati,” tanya B. Salim.

Nurhadi, S. Sos saat dikonfirmasi mengenai Kas Bon kelompok mantan Bupati Thamsir, ia balik menantang LSM GPAK, " Silahkan mau lapor kemana saja," tantang Nurhadi seolah-olah ia kebal hokum di NKRI ini.

R24/red/hmn.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru