riau24 Kejagung Panggil Ulang Setya Novanto | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kejagung Panggil Ulang Setya Novanto

1
Direktur Penyidikan Jampidsus menyatakan telah mengirim surat pemanggilan. Setya Novanto diminta hadir pada Rabu (20/1) pekan ini. (CNN Indonesia/Adhi WIcaksono)
Berita Riau -  Kejagung Panggil Ulang Setya Novanto
Jakarta, Riau24.com - Kejaksaan Agung kembali memanggil bekas Ketua DPR Setya Novanto dalam penyelidikan perkara dugaan pemufakatan jahat terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Setya dijadwalkan datang pada Rabu (20/1/2016) mendatang.

Setya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait perkara yang juga melibatkan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Riza Chalid. Ini merupakan kali kedua Setya dipanggil, setelah Kejagung sebelumnya memanggil mantan Ketua DPR itu pada pekan lalu.

"Terjadwal (pemeriksaan Setya) Rabu pukul 09.00 WIB pagi. Surat sudah dikirim secara patut oleh tim saya sejak minggu lalu," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Fadil Zumhana saat dihubungi, Senin (18/1/2016).

Surat panggilan tersebut dikabarkan telah diterima Setya melalui staf pribadinya. Fadil mengatakan, ia dan penyelidik Kejagung akan menunggu Setya untuk bersedia hadir dalam pemeriksaan esok lusa.

Pekan lalu Setya diketahui mangkir dari panggilan pertama yang diberikan Kejagung. Kala itu, melalui kuasa hukumnya Firman Wijaya, Setya beralasan tidak hadir karena merasa substansi panggilan dari lembaga adhyaksa tidak masuk akal.

Fadil berkata, penyelidik Jampidsus akan melakukan kajian jika Setya kembali mangkir dalam pemeriksaan esok lusa.

"Nanti kita kaji, evaluasi pada Rabu sore. Kami sebagai anggota tim melaksanakan panggilan sesuai dengan hukum acara pidana. Tentang berapa kali (dipanggil) nanti akan evaluasi lagi," katanya.

Hingga saat ini Kejagung sudah memeriksa Maroef, Menteri ESDM Sudirman Said, Deputi I Kantor Staf Presiden Darmawan Prasojo, Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti Swasanani, dan sekretaris pribadi Setya, Medina.

Pemufakatan jahat diduga dilakukan saat Setya bertemu dengan Riza dan Maroef. Ketiganya pernah bertemu pada 8 Juni 2015 lalu di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Setya diduga mencatut nama Presiden Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla, untuk meminta saham Freeport agar perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika ini berjalan mulus.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 03 November 2017 21:52 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lm3HgNo.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru