riau24 Hasil Kerja Pansus Lahan, DPRD Riau Serahkan Nama 30 Perusahaan ke Penegak Hukum | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Hasil Kerja Pansus Lahan, DPRD Riau Serahkan Nama 30 Perusahaan ke Penegak Hukum

0
Berita Riau -  Hasil Kerja Pansus Lahan, DPRD Riau Serahkan Nama 30 Perusahaan ke Penegak Hukum
Pekanbaru, Riau24.com - Panitia Khusus (Pansus) Monitoring, dan Lahan di DPRD Riau, setelah ada sebelumnya saat Rapat Paripurna melaporkan hasil kerja. Ini dilanjut melaporkan ke penegak hukum di Riau. Ada tercatat 30 perusahaan dilaporkan.
 
Namun, didalam hal ini dilaporkan untuk tahap awal itu sebanyak 10 perusahaan ke Polda, serta 10 ke Jaksaan, dan 10 ke PPNS. "Hasil rapat paripurna dan keputusanya di DPRD dengan nomor 33/KPTS/DPRD/2015. Untuk tahap awal itu ada 30 perusahaan akan dilapor," kata Suhardiman Amby.
 
Ketua Pansus ini menyebut, pada intinya Ingin permasalahan dapat dituntaskan, dengan penegakkan aturan hukum yang berlaku. Tapi, dari ratusan perusahaan ini hanya 30 yang dilaporkan. Tentu semua itu perlu dilihat dulu akan penegak hukum dalam hal menindaklanjuti yang dilaporkan tersebut.
 
Namun, ditanya data perusahaan apa yang dilaporkan itu. Dalam ini Ketua Pansus tidak sedia ungkap nama-nama perusahaan tersebut dengan dalih belum dapat dipublis data. Tetapi dia hanya membeber nama-nama perusahaan tersebut dengan hanya sekedar menyebut inisial, tanpa sebut lokasi.    
 
"Pansus dalam hal ini tidak dapat sebutkan nama perusahaan yang secara jelas. Maka, kami berikan hanya inisial perusahaan. Antara lain itu ada dari DP, CS, JS, KAT, MSAL,WT, BBU, PS, PAL, SB, PM, HPM, DAP, PM, ARP, AI, BTR, BIM, BSN, MMK, ESP, ES, SAW, RKSS, SB, PM, HPM, DAP, ARP, dan AI," katanya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru