riau24 Turki Tidak Izinkan Kelompok Kurdi Ikut Negosiasi Damai Suriah | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Turki Tidak Izinkan Kelompok Kurdi Ikut Negosiasi Damai Suriah

1
Turki tidak akan mengizinkan kelompok pejuang YPG bergabung dalam negosiasi damai Suriah (Foto: Getty Images)
Berita Riau -  Turki Tidak Izinkan Kelompok Kurdi Ikut Negosiasi Damai Suriah

Riau24.com – Turki tidak akan mengizinkan kelompok Kurdi asal Suriah Utara untuk mengambil bagian dalam negosiasi damai Suriah dan duduk satu meja dalam pihak oposisi pemerintahan Presiden Bashar al Assad. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu.

Meski Unit Pertahanan Rakyat (YPG) dilihat oleh Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pasukan paling efektif melawan ISIS, Davutoglu menganggap mereka memiliki hubungan dekat dengan kelompok teroris PKK. Turki memang diketahui menghadapi masalah pemberontakan oleh militan PKK yang berasal dari suku Kurdi.

“Terlalu berbahaya jika mereka bergabung dalam negosiasi damai Suriah. Mereka merupakan ancaman langsung bagi Turki,” ujar tangan kanan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu di sela-sela kunjungannya ke London, Inggris, dilansir The Independent, Rabu (20/1/2016).

Rusia yang merupakan sekutu kunci dari Suriah ingin YPG bergabung dalam negosiasi damai yang akan difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Senin 25 Januari. Namun, Davutoglu hanya akan mengizinkan YPG ikut jika mereka termasuk dalam kelompok pendukung rezim Assad.

Tarik ulur jelang negosiasi damai merupakan isu yang cukup mengkhawatirkan. Masing-masing pihak memiliki perbedaan kepentingan. Posisi Presiden Bashar al Assad misalnya. Davutoglu ingin agar pria 50 tahun itu lengser secepatnya karena rakyat Suriah sudah tidak menginginkan dirinya sebagai presiden.

Pria berkacamata itu menyebut selama Assad berada di posisinya, jutaan pengungsi asal Suriah tidak akan pernah kembali ke tempat asalnya. Turki diketahui menampung jutaan pengungsi Suriah yang hendak menuju ke Eropa lewat jalur darat. Davutoglu ingin pemerintahan transisi terbentuk usai negosiasi damai dan diberikan waktu bekerja hingga diadakan pemilu presiden berikutnya.

Namun, Rusia dan sekutunya ingin agar Bashar al Assad tetap menjabat sebagai presiden hingga diadakan pemilu presiden berikutnya. Negeri Beruang Merah beralasan rakyat Suriah lebih pantas menentukan masa depannya sendiri daripada pihak lain.

R24/jef/oke 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 13 Desember 2017 13:58 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru