riau24 Hukuman Tembak Mati Sudah Saatnya Diberlakukan Untuk Koruptor di Inhu | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Hukuman Tembak Mati Sudah Saatnya Diberlakukan Untuk Koruptor di Inhu

0
Berita Riau -  Hukuman Tembak Mati Sudah Saatnya Diberlakukan Untuk Koruptor di Inhu

Inhu, Riau24.com - Diharapkan KPK bisa segera supervise kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah meraja lela di bumi Melayu Indragiri Hulu (Inhu), Riau terutama dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp116 Milyar yang selama ini ditangani oleh Kejaksaan agar hukuman mati bisa diterapkan sesuai dengan hukum yang berlaku. Selama ini hukuman mati belum diterapkan. SesuaiUndang-undang RI No.30/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi BAB II Tindak Pidana Korupsi, 

Pasal 2

(1)       Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2).       Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu pidana mati dapat dijatuhkan.

Disamping itu, Undang-undang kita apakah perlu dibuat yang baru pula, apa bila bagi oknum hakim yang menjatuhkan hukuman ringan kepada oknum koruptor yang dinilai tidak sesuai dengan kerugian keuangan Negara akibat perbuatan sang koruptor, apakah perlu oknum hakim diberi hukuman ? Ini memerlukan keberanian wakil rakyat di senayan untuk membuat Undang-undang tersebut.  Hal ini diungkapkan oleh Yoveldi, tim investigasi LSM LPPNRI. 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru