riau24 Saya Sedih Kalau Bom Thamrin Dibilang Rekayasa | Berita Riau
Sabtu, 26 Mei 2018

Saya Sedih Kalau Bom Thamrin Dibilang Rekayasa

2
Polisi memeriksa puing-puing di lokasi setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.
Berita Riau -  Saya Sedih Kalau Bom Thamrin Dibilang Rekayasa

Riau24.com - Kepala Pusat Kajian Keamanan dan Nasional Hermawan Sulistyo membantah bahwa peristiwa pengeboman di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, merupakan hasil rekayasa satu pihak. Menurut dia, terorisme merupakan kejahatan yang serius.

"Atas bom Thamrin ini saya sedih kalau dibilang rekayasa. Dibilang kaitannya dengan Amerika, dengan Freeport," ujar Hermawan di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu mengatakan, sejak munculnya peristiwa tersebut, mulai bermunculan pengamat militer yang seolah mencari "panggung".

Padahal, kata Hermawan, para ahli mau pun pengamat yang banyak berbicara di berbagai media itu tidak mengetahui persis kejadian di lapangan. (baca: Hari Ini Seminggu Lalu, Bom Thamrin Ingatkan Kita Bahaya Terorisme)

Hermawan yang menyebut dirinya sebagai orang yang berprofesi di ruang sunyi ini pun menentang sejumlah tudingan rekayasa itu.

"Saya merasa ini rumah saya, malah orang ramai di medsos dengan cerita fiktif. Kita bukannya mau nyari panggung, tapi meluruskan yang di lapangan," kata Hermawan.

"Kalau dibilang ini rekayasa, kisah fiksi, ini orang-orangnya. Termasuk saya," lanjut dia sambil menunjuk sejumlah orang yang berdiri di bagian belakang ruangan diskusi. (baca: Jokowi Perintahkan Tutup Semua Laman Penyebar Paham Radikal)

Di sana, ada beberapa orang memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Hermawan bilang, mereka merupakan polisi yang bertugas di lapangan saat kejadian.

Dihadirkan pula anggota Densus 88 Antiteror AKBP Untung Sangaji dan Ipda Tamat dalam diskusi itu. Hermawan sendiri berada di lokasi ledakan secara kebetulan. (baca: Ini Strategi Pemerintah Cegah Penyebaran Paham Radikal di Lapas)

"Polisi ini bukan bagian dari rekayasa. Mereka yang bertaruh nyawa. Yang main medsos tolong hargai nyawa mereka," kata dia.

Hermawan menambahkan, muncul kesan adanya rekayasa peristiwa karena sejumlah polisi bersiaga di sekitar lokasi kejadian.

Menurut dia, banyak petugas keamanan di lokasi karena berada dekat ring 1 pengamanan. Selain itu, polisi masih berjaga karena sempat beredar ancaman teror bom saat Natal dan Tahun Baru.

R24/jef/kom

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Juliana Lim
Senin, 16 April 2018 22:27 wib
Ayo Buruan Daftar dan untuk lebih perjelas anda bisa menghubungi kami di HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terima Kasih Atas Kunjunganya...
Misery
Selasa, 23 Januari 2018 07:33 wib
Mainkan Live Casino Online sekarang juga bersama www.id303.com dan Dapatkan bonus-bonus menarik nya kami tunggu kedatangan anda ya bosku... hubungi kami: BBM : 7B3130BF
Nama :
Komentar :
     
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru