riau24 Kasus Pemukulan Wartawan oleh Oknum Shabara di Pekanbaru, Ini Tunggu Keterangan Saksi | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Kasus Pemukulan Wartawan oleh Oknum Shabara di Pekanbaru, Ini Tunggu Keterangan Saksi

0
Berita Riau -  Kasus Pemukulan Wartawan oleh Oknum Shabara di Pekanbaru, Ini Tunggu Keterangan Saksi
Pekanbaru, Riau24.com - Kasus pemukulan wartawan oleh aparat penegak hukum (kepolisian) yang terjadi akhir tahun 2015 lalu, saat kepolisian mengamankan adanya kerusuhan pelaksanaan Kongres di Himpunan Mahasiswa Islam ke 28. 
 
Yang menjadi korban kekerasan, terhadap pers itu Zuhdy Febrianto salah satu wartawan riauonline di Pekanbaru mengalami pemukulan oleh aparat kepolisian. Dimana itu Zuhdy mengambil foto dan video kerusuhan tersebut. Namun, ada perang mulut aparat Polisi hingga berujung kekerasan.
 
Diketika itu, elemen Forum Pers Mahasiswa (Fopersma) Riau ini telah komitmen mengawal kasus Zuhdy dengan tujuan tidak hilang pemberitaan. Karena itu kembali mengadakan diskusi mengenai perkembangan kasus Zuhdy. Di undang sebagai narasumber Andi Wijaya salah satu tim advokasi dari kuasa hukum Zuhdy.
 
Agenda yang bertempat dilokasi sekretariat Bahana Mahasiswa. Dikesempatan itu Andi menyebut, ada beberapa wartawan saksikan pemukulan terhadap Zuhdy, yang dikeroyok aparat Kepolisian. Atas kejadian ini, AJI melapor kepada Polda Riau dan lewat penasihat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru.
 
"Kita membawa kasus ini pada tingkatan Pidana mengacu pada Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999. Aparat Kepolisian yang terlibat dalam peristiwa ini dianggap menghalangi kerja wartawan," jelas Andi.
 
Sekarang, memang Polisi sedang melakukan penyelidikan. Zuhdy sudah dipanggil beberapa kali untuk di BAP. Selain itu, serahkan hasil rekaman video. Dikatakanya juga ada mengajukan dua orang saksi melihat kejadian tersebut. Ratna dan Adi Fadila. Mereka itu sempat dipanggil oleh pihak Polisi untuk memberi keterangan, tapi berhalangan hadir.
 
"Mereka (Ratna dan Adi Fadila) ini akan dipanggil sekali lagi," kata Andi. Maka, artinya dalam kasus ini sedang menunggu kesaksian dua orang yang diajukan tersebut guna melengkapi dua alat bukti. Tapi anehnya, sebut Andi, didapat nformasi bahwa Zuhdy dilaporkan kembali. Tapi belum tahu itu siapa yang melaporkan dan laporannya terkait apa. 
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru