riau24 Rotasi Napi Jadi Strategi Cegah Radikalisme di Bui | Berita Riau
Rabu, 26 September 2018

Rotasi Napi Jadi Strategi Cegah Radikalisme di Bui

2
Sejumlah narapidana di Rutan Kelas 1 Salemba. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berita Riau -  Rotasi Napi Jadi Strategi Cegah Radikalisme di Bui
Jakarta, Riau24.com - Kementerian Hukum dan HAM mengklaim telah melakukan serangkaian upaya untuk mencegah penyebaran paham radikal di bui. Kepala Subdit Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Akbar Hadi menjelaskan salah satu strategi yakni rotasi atau pemindahan berkala untuk para narapidana yang memiliki tingkat ancaman tinggi. 

"Dilakukan pemindahan secara rutin misal dua bulan sudah dipindah. Artinya, yang bersangkutan tidak bisa merekrut anggota baru," kata Akbar ketika dihubungi, Sabtu (23/1/2016).

Akbar menjelaskan, strategi ini belum dapat dilakukan secara efektif. Minimnya alokasi anggaran menjadi penyebab utama. "Pemindahan kan butuh biaya juga," katanya. 

Akbar menjelaskan, mereka yang berpotensi mengancam adalah mereka termasuk teroris atau gembong narkotika yang enggan mengikuti kegiatan dan aturan yang telah dibuat oleh pemerintah. Karakter mereka dapat dilacak melalui sistem pengawasan dan penilaian di awal. 


"Sejak narapidana diserahkan ke kami, akan kami kategorikan masuk ke high, medium, atau minimum risk. Dari situ, kami bisa tahu apakah dia termasuk orang yang militan, ideolog, suporter, atau follower," katanya.

Narapidana yang berpotensi memiliki risiko tinggi atau kelompok ideolog akan diberlakukan pengawasan ketat dengan penjagaan satu narapidana oleh satu penjaga. Mereka juga bakal dijebloskan ke dalam satu blok khusus. 

"Pengawasan diperketat, penjagaan diperketat dan tidak bisa bergerak atau dibatasi ruang geraknya," kata Akbar.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan pemisahan narapidana berdasarkan tingkat kejahatan. Kamar antara narapidana terorisme, narkotik, dan pidana umum dipisahkan. "Minimal tidak satu kamar, syukur-syukur tiga blok. Ini sampai sekarang masih berlangsung," ujarnya. 


Selain itu, strategi lain juga dilakukan dengan menggelar pelatihan manajemen konflik. Para napi dirangkul untuk mendiskusikan persoalan yang ada di masyarakat dan upaya pemecahan masalah yang damai. 

Sementara itu, untuk mereka yang tingkat ancaman risikonya tidak terlalu tinggi akan diberikan pembinaan meliputi pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara, pemberian pengetahuan, dan pembekalan ketrampilan seperti berkebun.

Napi berkebun merupakan program yang digelar untuk menciptakan kepedulian terhadap tanaman. Napi juga diharapkan dapat menumbuhkan interaksi dengan tanaman tersebut. Program ini telah diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Sorong, Surabaya. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Juliana Lim
Kamis, 19 April 2018 10:39 wib
Khusus new member dapatkan bonus 50 % Turn over tambahan 25 ribu untuk semua member dari kami Ayo Buruan Daftar dan untuk lebih perjelas anda bisa menghubungi kami di WA : +6281377055002 BBM: D1A1E6DF
Misery
Kamis, 25 Januari 2018 07:36 wib
Bagi-bagi Angpao Fifapoker ayo segera bermain bersama FIFAPOKER dan dapatkan bonus angpao nya... Promo ini berlaku mulai tanggal 16 s/d 22 Februari 2018. Satu userid hanya bisa claim 1x. dan jangan lupa Mainkan Permainan Terbaik Kami ya bosku: * Sabung Ayam * Sportbook / Bola * Casino / Live Casino * Tembak Ikan * Poker * Togel * Bola Tangkas * Adu Banteng Tunggu Apalagi Boss Ayo Segera bergabung Dengan Kami !!! Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di : BBM : 7B3130BF whatsapp : +6281326993756 wech
Nama :
Komentar :
     
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru