riau24 Pemerintah Tawar Divestasi Freeport Semurah-murahnya | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Pemerintah Tawar Divestasi Freeport Semurah-murahnya

0
Tambang Freeport di Papua. ANTARA/Puspa Perwitasari.
Berita Riau -  Pemerintah Tawar Divestasi Freeport Semurah-murahnya
Jakarta, Riau24.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan menawar serendah-rendahnya terkait soal divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Hal itu dikatakan langsung Menteri ESDM, Sudirman Said dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI. Ia mengungkapkan memang banyak pihak yang mengatakan penawaran Freeport atas saham 10,64 persen senilai USD1,7 miliar kemahalan. Tapi Pemerintah tidak merespon itu, karena nantinya pasti ada proses penawaran.

"Pada waktunya pemerintah akan memutuskan, apakah wajar atau tidak. Kami penawar akan serendah rendahnya. Itulah terjadi proses penawaran," ungkap Sudirman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Sudirman menjelaskan, pihak Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan saat ini sedang mengkaji penawaran Freeport tersebut.

"Itu akan dibahas dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Kami di ESDM menjaga tata waktu sesuai PP," jelas Sudirman.

Menurutnya, divestasi adalah dua entitas yang ujungnya pada negosiasi. Jadi terkait divestasi Freeport ini, memang seharusnya dinegosiasikan dengan menggunakan asumsi dari kedua pihak yang sedang bernegosiasi.

"Karena divestasi itu transaksi dua entitas yang ujungnya negosiasi, dengan menggunakan asumsi dari dua pihak yang bernegosiasi. Ketika harga itu masuk, kami melihat compliance dari Freeport yang menwarkan harga," tutup dia.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru