riau24 Musim Penghujan, Sejumlah Ruas Jalan di Tembilahan Memprihatikan | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Musim Penghujan, Sejumlah Ruas Jalan di Tembilahan Memprihatikan

0
Jalan di Kota Tembilahan, tampak berlubang dan digenangi air yang dilewati truk
Berita Riau -  Musim Penghujan, Sejumlah Ruas Jalan di Tembilahan Memprihatikan

Inhil, Riau24.com - Musim penghujan dan air pasang sejumlah ruas jalan di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir semakin memprihatikan, hal itu diperparah dengan kondisi jalan yang berlubang yang dipenuhi dengan genangan air, yang sangat membahaya bagi para pengendara.

Kondisi jalan tersebut tampak terlihat di jalan Telaga Biru hingga Sei Beringin. Meski sudah ditingkatkan menjadi jalan nasional, namun kerusakan parah tetap menghiasi badan jalan yang berada dipusat kota Tembilahan tersebut.

Untuk diketahui, jalan Telaga Biru mulai dari Parit 6 sampai Parit 11T embilahan Hulu. Kerusakan terparah terlihat banyak menghiasi badan jalan. Seperti di persimpangan tiga, tepatnya di samping Masjid Pancasila, hingga sampai ke Jembatan Parit 6, antara parit 9 Tembilahan Hulu hingga jembatan parit 11 juga dihiasi banyak lobang yang berlumpur.

Pantauan dilapangam, memang para pengguna jalan, terutama yang menggunakan kendaraan bermotor harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraannya saat melintas di ruas jalan ini. Karena salah ambil jalan, alamat terpuruk di lubang dalam di badan jalan.

Kondisi ini tentunya sangat memperihatinkan. Di dalam kota pemerintahan ditemukan jalan yang begitu buruk tentunya menjadi insiden yang mencoreng Inhil. Bagaimana jalan didaerah jika jalan di kota saja mengalami kerusakan yang parah.

"Sekarang tepat kalau jalan ini namanya Jalan Telaga Biru, karena memang banyak telaga di tengah jalan. Lihat saja lubang besar yang berisi air kalau hujan dan susah dilalui ini. Kadang kami merasa malu, tinggal di kota, tapi jalannya seperti danau," ujar Mursid, Selasa (26/1/2016).

Meski Pemerintah Kabupaten Inhil telah mencoba menimbun lobang-lobang tersebut dengan sirtu, namun hanya sebentar disiram hujan apalagi jika air pasang hingga jalan terendam membuat hadil timbunan tidak berarti lagi. Lobang-lobang kembali terkuak dan hanya menimbulkan lumpur.

Berbagai tindakan telah diambil oleh masyarakat sebagai bentuk protes karena kerusakan jalan, mulai dari menanam pohon di badan jalan hingga membuat jamban atau kakus seperti yang terjadi di Kelurahan Sungai Beringin belum lama ini.

Semua tindakan tersebut tentunya bukan menjadi tindakan perlawanan, namun sebagai bentuk protes dan aspirasi mereka kepada pemerintah. Diharapkan pemerintah cepat tanggap atas kerusakan jalan yabg terjadi saat ini, karena bukan hanya menyulitkan, tapi sudah membahayakan para pengguna kendaraan bermotor yang melintas.

R24/red/rgo

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru